Mau Bayar Pajak, Pengusaha Tekstil di Bandung Sulit Dapat Izin

Para karyawan pabrik sarung tenun Majalaya tengah bekerja. Memburuknya kondisi ekonomi dalam negeri dalam dua tahun terakhir, membuat industri tekstil di Majalaya Kabupaten Bandung sekarat.

Para karyawan pabrik sarung tenun Majalaya tengah bekerja. Memburuknya kondisi ekonomi dalam negeri dalam dua tahun terakhir, membuat industri tekstil di Majalaya Kabupaten Bandung sekarat.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) meminta Pemkot Bandung mempermudah proses pembuatan izin usaha.

“Banyak pengusaha tekstil Bandung yang harus dibantu dalam hal perizinan. Terutama, mereka yang ingin mendapatkan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP),” ujar ‎Ketua Umum API, Ade Sudrajat. ‎

Ade mengatakan, SIUP dan TDP tersebut sangat penting bagi pengusaha tekstil. SIUP dan TDP merupakan salah satu syarat untuk mengajukan Pengusaha Kena Pajak (PKP).

“Saat ini pelaku bisnis tekstil sudah banyak yang memenuhi kriteria sebagai PKP. Makanya, kami minta Pemkot Bandung, membantu kebutuhan kami dalam legalitas dokumen usaha agar bisa terpenuhi dengan baik,” tambah Ade. ‎

Ade mengatakan, pasca-kebijakan amnesti pajak yang dilakukan pemerintah pusat, saat ini banyak perusahan tekstil di Indonesia yang diaudit oleh pemerintah. Sehingga, para pengusaha tekstil berupaya untuk melaksanakan kewajiban pajak dengan sebaik-baiknya.

“Untuk memenuhi kewajiban membayar pajak, para pengusaha perlu membuat dokumen SIUP dan TDP. Hanya saja, di beberapa daerah para pengusaha kerap merasakan hambatan saat pembuatan kedua dokumen tersebut, terutama urusan tata ruang. Pengusaha ada yang mengajukan izin usaha tapi tata ruang untuk perumahan. Jadi SIUP-nya susah keluar,‎” papar Ade. ‎‎

Padahal, kata Ade, kalau proses pengajuan dokumen tersebut lancar, akan bisa berdampak baik pada pembangunan daerah. Karena, pajak dari pengusaha tekstil akan semakin tergali.

API sudah berkonsultasi dengan pemerintah daerah lain karena pada umumnya semua pengusaha tekstil di daerah lain pun memiliki kesamaan masalah.

“Di beberapa daerah, bahkan membuat akhirnya mereka mengubah Perda RDTR (rencana detail tata ruang). Jadi, kami minta Pemkot Bandung pun membuat kebijakan,” katanya.

Menurut Ade, saat ini tekstil menjadi salah satu komoditi industri di Kota Bandung. Hal ini, terlihat dengan banyaknya pusat-pusat bisnis tekstil di Bandung. Di antaranya, wilayah Pasar Baru, Jalan Tamim, dan Cigondewah, telah menumbuhkan peluang bisnis yang kompetitif.

“Kami sebagai asosiasi yang menghimpun para pengusaha tekstil, khususnya di Kota Bandung, merasa perlu untuk terus mendorong pertumbuhan sektor bisnis ini,” katanya.

loading...

Feeds

HUT TELKOM : CHCO Telkom Herdy Harman (tengah) berpose bersama para penerima penghargaan di sela-sela HUT Telkom ke-52 di Bandung, awal Juli lalu.

HUT ke-52, Telkom Ganjar Juara Siagian

POJOKBANDUNG.com,BANDUNG – Di balik maju dan canggihnya industri teknologi informasi komunikasi (TIK) negeri ini, selalu ada tangan kecil tak terlihat …