Kendalikan Inflasi, BI Jabar Gelar Pasar Murah di BTM

Kepala BI Jabar Wiwiek Sisto Widayat (lima dari kanan)  saat pembukaan Pasar Murah di Bandung Trade Mall, Bandung, Rabu (14/6).

Kepala BI Jabar Wiwiek Sisto Widayat (lima dari kanan) saat pembukaan Pasar Murah di Bandung Trade Mall, Bandung, Rabu (14/6).

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat (KPw BI Jabar) menggelar kegiatan Pasar Murah di halaman parkir Bandung Trade Mall (BTM), Bandung.
Pasar Murah ini akan berlangsung selama tiga hari berturut-turut, yaitu dari 14 – 16 Juni mulai pukul 08.00 – 17.00 WIB.
Menurut Kepala KPw BI Jabar Wiwiek Sisto Widayat, kegiatan ini merupakan rangkaian program inisiatif BI Jabar bersinergi dengan perbankan di Jabar (Bank Mandiri, BNI, BJB, BCA, Bank Syariah Mandiri, Bank Panin Syariah, serta Bank Woori Saudara), instansi/perusahaan (Perum Bulog Divre Jawa Barat, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia dan PT Indomarco Prismatama) serta didukung BMPD Jabar.
“Penyelenggaraan kegiatan ini merupakan bentuk konkret kepedulian BI di bulan Ramadan, terutama untuk menekan gejolak peningkatan harga (inflasi) yang biasanya terjadi setiap tahun,” ujar Wiwiek pada acara peresmian Pasar Murah BI Jabar di BTM, Bandung, Rabu (14/6).
Program serupa, kata Wiwiek, tak hanya di Kota Bandung melainkan diselenggarakan di Kota Tasikmalaya dan Kota Cirebon. Dalam kegiatan pasar murah tersebut, selain kebutuhan pokok dan sandang, BI Jabar menyediakan layanan penukaran uang tanpa dipungut biaya.
Sebagai gambaran, lanjut Wiwiek, inflasi Jabar pada Mei 2017 tercatat sebesar 4,14% atau masih terjaga di bawah inflasi nasional yang tercatat sebesar 4,33%. Berdasarkan komoditasnya, tekanan inflasi pada Mei utamanya bersumber dari komoditas bawang putih, telur dan daging ayam ras yang dipengaruhi seasonal factor (bulan Ramadan 1438 H) serta tarif listrik yang merupakan dampak dari kenaikan TTL 900VA.
“Peningkatan tekanan inflasi tersebut berpengaruh terhadap daya beli masyakarat, terutama pada momen bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Kenaikan harga saat bulan Ramadhan diantaranya disebabkan oleh peningkatan permintaan masyarakat terhadap bahan makanan, spekulasi pedagang yang menimbun bahan makanan, faktor budaya dan tidak semua daerah menjadi penghasil produk kebutuhan pokok.
“Dengan adanya Pasar Murah ini, terutama menjelang momen Idul Fitri, dapat membantu mengendalikan inflasi di Jabar yang akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” harap Wiwiek. (*/nto)
———
caption
PASAR MURAH: Kepala BI Jabar Wiwiek Sisto Widayat (lima dari kanan) saat pembukaan Pasar Murah di BTM, Bandung, Rabu (14/6).

loading...

Feeds

Tegangnya Palagan Ambarawa di Cimahi

Pertumpahan darah pun tersaji setelah para sekutu menyerang dalam perang Palagan Ambarawa. Para pejuang maupun sekutu banyak yang tewas tergeletak …