Gubernur dan Wagub Jabar Kompak Bayar Zakat

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher), dan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menunaikan pembayaran zakat

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher), dan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menunaikan pembayaran zakat

 

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher), dan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, menunaikan pembayaran zakat, kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Barat, di Aula Timur Gedung Sate Bandung, Selasa (13/06/2017).

Aher sendiri membayar zakat fitrah untuk dirinya, istrinya, keenam anaknya, juga membayar zakat untuk anak angkat, serta asisten rumah tangganya. Hingga total Ia membayar zakat untuk 13 orang dengan nilai Rp100 ribu per orang.

Ia mengatakan bahwa zakat selain tentu untuk membersihkan harta, serta dalam rangka pemerataan distribusi kekayaan, zakat juga bertujuan justru untuk menumbuhkan harta.

Artinya, dengan zakat yang disalurkan sebagai modal pemberdayaan masyarakat. Maka berdayanya masyarakat ini, menjadi kunci majunya perekonomian suatu kawasan.

“Karena zakat membersihkan, dan kemudian didistribusi untuk fakir dan miskin, dan zakatnya digunakan untuk urusan produktif, maka si fakir dan miskin Inshaa Allah kedepan bisa menjadi Muzakki,” ungkap Aher.

Pembayaran zakat tersebut juga dilakukan para pejabat eselon di Lingkup Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Aher menambahkan, zakat dapat mengurangi ketimpangan sosial-ekonomi di masyarakat. Melalui zakat, akan terjadi pemerataan harta, sehingga kekayaan tidak menumpuk di sekelompok masyarakat saja.

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Barat, Arif Ramdani, mengatakan Baznas Jabar pada tahun ini menargetkan penghimpunan zakat sebesar Rp750 miliar. Pun pada tahun lalu, Baznas Jabar berhasil mengumpulkan zakat sebesar Rp500 miliar.

Lebih lanjut Ia menuturkan, bahwa potensi zakat di Jawa Barat berdasarkan penelitian ahli ekonomi syariah mencapai Rp17,6 triliun, dari potensi nasional sebesar Rp217 triliun.

Arif menduga, ada sebagian umat Muslim yang membayar zakat sendiri-sendiri, ataupun ada yang belum sadar menunaikan ibadah zakat.

“Sosialisasi dan edukasi kami berikan sampai ke tingkat kecamatan dan kelurahan, bahkan sampai unit pengumpul zakat di masjid-masjid, supaya meningkatkan kesadaran masyarakat membayar zakat,” katanya.

Ia juga mengimbau, para muzaki di Jawa Barat, untuk menyalurkan zakatnya kepada 15 lembaga zakat yang telah berizin. Supaya ada pendataan yang tepat terkait pencapaian potensi zakat di Jawa Barat.

(mun)

loading...

Feeds