Puncak Musim Kemarau 2017 Diprediksi Juli-Agustus

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com- MEMASUKI musim kemarau, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mulai mendeteksi titik panas (hotspot) di sejumlah wilayah.

Dalam sepuluh hari terakhir, sudah 34 hotspot yang sudah terekam sensor MODIS. Hotspot tersebut tersebar di Aceh 7, Sumatera Barat 5, Riau 2, Jambi 5, Sumatera Selatan 4, Sumatera Selatan 1, Bengkulu 1, Kalimantan Tengah 1, Kalimantan Selatan 1, Jawa Timur 2, NTB 2, dan NTT 4 buah.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Yunus Subagyo menuturkan, hotspot itu sejatinya sudah terdeteksi mulai bulan lalu. Tapi, belum signifikan ke arah kebakarannya karena curah hujan masih tinggi di berbagai wilayah.

”Prinsipnya makin tidak ada hujan, hotspot makin tampak. Artinya, kalau suatu wilayah yang biasa ada hotspot, masih tampak kosong maka di situ masuk hujan,” jelasnya.

Yunus menjelaskan, kemarau tahun ini tidak separah dua tahun lalu. Namun, lebih kering dibanding 2016. Sehingga potensi kebakaran hutan pun diprediksi tinggi. “Untuk puncak musim kemarau diprediksi Juli-Agustus nanti,” ungkapnya.

Kepala Humas BMKG Hary T. Djatmiko menambahkan, titik panas yang dideteksi itu diinformasikan kepada tim di darat seperti kepolisian dan BNPB. Mereka akan mengecek langsung lokasi untuk mengecek ada kebakaran atau tidak.

”Ada tim udara yang juga mengantisipasi untuk memodifikasi cuaca. Saat ini sudah bekerja di Sumatera Utara dan Riau,” ujar dia.

Di samping itu, mereka terus mengalakkan sosialisasi untuk mengantisipasi titik panas itu. Menurut Hary, titik panas itu bila diusik dengan pembakaran, misalnya, bisa memicu bencana kebakaran yang lebih besar lagi.

”Kami suplai data atau informasi kondisi cuaca terkini. Sosialisasinya dibantu rekan-rekan dari TNI,” jelas Hary.

(mia/jun/oki)

loading...

Feeds

Gubernur Jabar Raih Paramakarya 2017

Gubernur Jawa Barat mendapatkan Penghargaan Produktivitas Paramakarya dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia karena dinilai telah sukses memberikan dukungan dan pembinaan …