DOR!!! Komplotan Maling Tersungkur Ditembak Polisi

Kapolres Cimahi AKBP Rusdi Pramana Suryanagara, saat memperlihatkan barang bukti yang digunakan tersangka untuk melancarkan aksinya, di Mapolres Cimahi, Jalan Amir Machmud.

Kapolres Cimahi AKBP Rusdi Pramana Suryanagara, saat memperlihatkan barang bukti yang digunakan tersangka untuk melancarkan aksinya, di Mapolres Cimahi, Jalan Amir Machmud.

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Akibat melawan saat akan ditangkap, dua orang sindikat pencurian dan pemberatan (Curat) asal Kabupaten Bandung Barat dilumpuhkan anggota Reskrim Polres Cimahi dengan timah panas.

Saat digelandang, kedua tersangka berinisial UJ (24) dan KS (42) meringis kesakitan akibat timah panas yang menembus kakinya.

Kapolres Cimahi, AKBP Rusdi Pramana Suryanagara, mengatakan, UJ dan KS merupakan komlpotan kedua yang diamankan anggota Satreskrim Polres Cimahi. Mereka diamankan saat hendak menggasak kendaraan incarannya di Kampung Cibungur Margaluyu, Kecamatan Cipendey, Kabupaten Bandung Barat, 6 Juni 2017.

Sebelumnya, tiga teman UJ yang merupakan satu kelompok dengannya, telah diamankan terlebih dahulu. Namun, karena tiga teman UJ sudah tertangkap, maka UJ berpindah ikut dengan kelompok KS.

“Mereka ini satu kelompok. Setelah tiga temannya diamankan, UJ ini bergabung lagi dengan Kosasih,” ujar Rusdi, di Mapolres Cimahi, Jalan Amir Mahmud, Kamis (8/6).

Dari pengakuan tersangka kepada Polisi, dikatakan Rusdi, kedua tersangka ini sudah beraksi puluhan kali di wilayah hukum Polres Cimahi dan di daerah lain seperti, di Kota Bandung, Kabupaten Bandung hingga daerah Sumedang.

Sasaran mereka antara lain, di rumah-rumah penduduk yang ditinggal pemiliknya. Saat melancarkan aksinya, mereka mengamati dahulu lokasi hingga benar-benar aman. Setelah dianggap aman barulah mereka melakukan aksinya.

“Jadi mereka baru mau beraksi jika rumah sasarannya betul-betul aman,” ucapnya.

Dari hasil curian yang berhasil digasak, mereka menjualnya ke luar daerah seperti, Garut dan daerah lainnya. Karena ingin cepat laku, mereka pun menjual dengan harga murah. Untuk satu unit Pick-up di jual dengan harga Rp 9 juta. Sementara untuk motor bervariasi sesuai dengan kondisi barangnya.

“Mereka sengaja menjual ke luar daerah dengan niat agar barang curian yang dijualnya tidak beredar di daerah operasinya,” terangnya.

Dari tangan kedua tersangka, Polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti hasil curian berupa dua mobil pick-up dan tiga sepeda motor serta kunci dan mata astag yang digunakan tersangka saat melancarkan aksinya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka asal Parongpong Bandung Barat ini di jerat pasal 363 KUHP ke 3 dan ke 4 dengan ancaman hukuman kurungan penjara diatas 5 tahun.

(gat)

loading...

Feeds