Pertamina Jabar Main Mata dengan SPBU Kurangi Takaran BBM?

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG- Polisi tengah menelusuri kasus dugaan pencurian BBM oleh para pemilik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jawa Barat.

Hal itu dilakukan menyusul ditangkapnya pemilik 3 SPBU yang memasang alat paritraid circuit board (PCB) yang berfungsi memperlambat pengisian atau mengurangi takaran BBM.

BACA JUGA:

Pencurian BBM oleh SPBU Nakal, Beli 10 Liter Berkurang Setengah Liter

Jajaran Ditreskrimsus Polda Jabar mendalami dugaan keterlibatan oknum Pertamina dan pengusaha nakal.

Terkait ini, Manager Area Pertamina Jabar, Yudi Nugraha membantah adanya aksi main mata antara Pertamina dan pengusaha SPBU. Ia bahkan mengaku setuju aksi kecurangan pengusaha SPBU nakal itu diberi sanksi tegas.

“Kami sangat mendukung aparat menindak tegas bila ada oknum di SPBU yang berbuat curang,” kata Yudi.

Ia menjelaskan terkait keluhan masyarakat di 3 SPBU di Jawa Barat yaitu 2 SPBU bertempat di Kecamatan Cikalong dan SPBU Kecamatan Cipanas serta 1 SPBU Kabupaten Sukabumi, praktik yang dilakukan sang pengelola NAD (52) dengan memasang serangkaian alat elektronik yang berfungsi memperlambat pengisian atau mengurangi takaran BBM sangat merugikan.

“Dalam menjalankan praktiknya pengelola SPBU melakukan dengan bekerja sendiri tanpa diketahui sama sekali oleh karyawan SPBU,” kata Yudi.

Saat ini, lanjut Yudi, pasokan untuk 2 SPBU di Kabupaten Cianjur dan 1 Kabupaten Sukabumi telah dihentikan dan selanjutnya Pertamina melakukan tahap penyelidikan. Dia juga mengatakan akan memberi sanksi jika SPBU terbukti melakukan penyimpangan.

“Kami tidak akan mentolelir SPBU yang curang. Pertamina selalu mewajibkan kepada 927 SPBU di Jabar untuk melakukan prosedur pemeriksaan rutin harian dan berkala terhadap kualitas pelayanan termasuk fasilitas pendukung yang ada di SPBU,” pungkas Yudi.

(rub/bbb)

loading...

Feeds