Kehilangan Gadget Bikin Frustasi dan Galau, Benar Nggak Sih? 

Netty di sela pembukaan Pesantren Kilat dan Karantina Tahfidz Qur'an serta meresmikan Asrama Puteri Pesantren Siswa Al Masoem, di Kampus Al Masoem, Jatinangor, Selasa (5/6/17).

Netty di sela pembukaan Pesantren Kilat dan Karantina Tahfidz Qur'an serta meresmikan Asrama Puteri Pesantren Siswa Al Masoem, di Kampus Al Masoem, Jatinangor, Selasa (5/6/17).

POJOKBANDUNG.com – Bunda Literasi Jawa Barat Netty Heryawan menuturkan anak-anak saat ini lahir dengan kondisi digital native alias melek dunia digital dari lahir.

Hal itu berkorelasi dengan data yang dibuktikan menurut penelitian, jumlah gawai atau gadget yang ada di Indonesia mencapai 281.4 juta melampaui jumlah penduduk Indonesia sekitar 250 jutaan.

Menurut penelitian, kata dia, ada 10 peristiwa yang membuat orang-orang modern merasa terpukul. Salah satunya, kehilangan gawai yang membuat orang frustasi dan galau.

“Jadi sekarang kalau ketinggalan dompet rasanya tidak bermasalah, karena bisa pinjam kanan kiri. Tapi kalau ketinggalan gawai kita kayak kebakaran jenggot, seolah dunia kiamat,” seloroh Netty.

Netty di hadapan para santri saat membuka Pesantren Kilat dan Karantina Tahfidz Qur’an serta meresmikan Asrama Puteri Pesantren Siswa Al Masoem, di Kampus Al Masoem, Jalan  Raya Cileunyi Cipacing-Jatinangor, Selasa (5/6/17).

Netty pun mengajak para santri, jajaran Pengurus Yayasan dan Direksi Al – Ma’soem dapat hadirkan sebuah kesadaran bersama.

Ia mengatakan, pada era globalisasi ini anak-anak bukan saja diasuh oleh orangtua atau anggota keluarga lainnya melainkan kemajuan teknologi berupa kotak ajaib yang ada di genggaman.

Saat kunjungan, Netty memberikan apresiasi dan rasa bangganya ternyata yang dipegang para santri Al – Ma’soem adalah Al Quran, bukan gawai. Ini menerbitkan sebuah harapan akan generasi muda yang Qurani.

Menurutnya, sementara orang mengatakan bahwa pemuda ada di ujung jalan seperti telur di ujung tanduk. Ditandai ada 6 juta warga Indonesia menurut BNN menjadi pengguna narkoba, 30% berusia remaja. 

loading...

Feeds