Pelayanan Disabilitas, Pemerintah Perlu Bantuan Masyarakat

Wagub Jabar Deddy Mizwar pada Acara Pembukaan Perenting Islami Inklusi dan Pesantren Kilat Ramadhan Disabilitas 1438 H, di Masjid Pusdai Jawa Barat

Wagub Jabar Deddy Mizwar pada Acara Pembukaan Perenting Islami Inklusi dan Pesantren Kilat Ramadhan Disabilitas 1438 H, di Masjid Pusdai Jawa Barat

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pelayanan dasar sosial bagi anak-anak dan remaja penyandang disabilitas membutuhkan peran masyarakat.

Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, membawa pergeseran dari paradigma pelayanan dan rehabilitasi (charity based) menjadi pendekatan berbasis hak (right based).

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan, perlu diluruskan paradigma sebagian orang tua serta masyarakat terhadap keberadaan anak dan remaja penyandang disabilitas.

“Perlu dibangun kekompakan dan kebersamaan antara para orang tua dan lingkungan sosial untuk mendukung tumbuh kembang anak dan remaja penyandang disabilitas,” kata Deddy Mizwar pada Acara Pembukaan Perenting Islami Inklusi dan Pesantren Kilat Ramadhan Disabilitas 1438 H, di Masjid Pusdai Jawa Barat, Kota Bandung, akhir pekan lalu.

Sebab kata Deddy, hal tersebut menjadi kunci terwujudnya ketahanan keluarga yang merupakan pondasi terbentuknya ketahanan masyarakat. Karena keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat.

“Kita juga harus terus berupaya membangun keluarga yang tangguh dan berdaya juang, melalui peningkatan pengetahuan, motivasi dan keterampilan dalam menggali serta mengembangkan potensi dan keunikan yang ada pada diri anak dan remaja penyandang disabilitas,” katanya.

Pada saat sama, sambung dia, penguatan sisi spiritual juga menjadi sangat penting.

“Agar dapat senantiasa ikhlas dan bersyukur atas setiap kehendak dan ketetapan Allah SWT, disertai keinsyafan bahwa setiap manusia ciptaan Allah SWT pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, terlebih anak yang merupakan titipan Allah SWT, sehingga setiap anak harus diberikan perlindungan dan penghargaan yang setara,” ungkapnya.

Maka, melalui keberadaan pusat konseling dan Islamic Parenting berbasis Masjid, diharapkan ke depan tidak ada lagi hak-hak para anak dan remaja penyandang disabilitas yang terabaikan.

(mun)

loading...

Feeds