Tobat! Amien Rais Korupsi? Ada Transfer Rp100 Juta Enam Kali

Amien Rais (tengah) saat berorasi depan massa penentang Basuki Purnama, April lalu. Foto: RicardoJPNN

Amien Rais (tengah) saat berorasi depan massa penentang Basuki Purnama, April lalu. Foto: RicardoJPNN

POJOKBANDUNG.com – Jaksa KPK menyebut Amien Rais menerima aliran dana sebesar Rp600 juta dari proyek Alkes yang menjerat Mantan Menkes Siti Fadilah Supari.

Hal itu terungkap, saat JPU KPK membacakan surat tuntutan di Pengadilan Tipikor, Rabu (31/5/2017) malam.

Jaksa membeberkan, tokoh reformasi itu menerima transferan secara bertahap selama enam kali dengan total nilai Rp 600 juta.

Dana ditransfer dari rekening Yurida Adlani selaku Sekretaris Sutrisno Bachir Foundation (SBF) atas perintah ketua yayasan itu, yakni Nuki Syahrun. Ketika proyek berjalan, Sutrisno menjabat Ketua Umum PAN.

Dana itu berasal dari PT Mitra Medidua, yakni perusahaan suplier dari PT Indofarma Global Medika yang merupakan perusahaan yang ditunjuk langsung Mulya Hasjmy atas perintah Siti sebagai rekanan untuk melaksanakan pengadaan stok penyangga (buffer stock).

Stok penyangga tersebut untuk mengantisipasi kejadian luar biasa (KLB) 2005 di Pusat Penanggulangan Masalah Kesehatan. Penunjukan langsung PT Indofarma dilakukan Siti karena direktur perusahaan itu, Ary Gunawan, datang bersama dengan Nuki Syahrun yang juga adik ipar Sutrisno Bachir.

Pada 4 April 2006 Indofarma menerima pembayaran lunas dari pemerintah senilai Rp 13,922 miliar. Perusahaan tersebut kemudian mentransfer uang pembayaran alat kesehatan ke PT Mitra Medidua senilai Rp 13,558 miliar.

Setelah membayar harga pembelian alat kesehatan dari PT Bhineka Usada Raya dengan total sekitar Rp 7,774 miliar, PT Mitra Medidua mendapat untung Rp 5,783 miliar. Keuntungan dari PT Mitra Medidua itulah yang diduga dialirkan ke sejumlah nama, termasuk Amien Rais.

loading...

Feeds