Walah! Dana Nasabah Senilai Rp110 Miliar Lenyap di Bank BTN

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com- JAJARAN Direksi Bank Tabungan Negara diminta bertanggung jawab terhadap hilangnya dana nasabah milik PT Surya Artha Nusantara Finance (SANF) yang tersimpan dalam rekening giro plus senilai Rp 110 miliar di BTN.

Begitu dikatakan Ahli Hukum Korporasi, Faisal Santiago saat dikontak, Rabu (31/5). Pertanggungjawaban tersebut, menurutnya, sesuai dengan UU Perseroan Terbatas (PT).

“Direksi BTN dalam menjalankan amanahnya berdasarkan RUPS, sehingga Direksi BTN memiliki kewajiban untuk turut bertanggung jawab terhadap hilangnya dana nasabah tersebut,” kata Faisal.

Dia menjelaskan, hilangnya dana nasabah tersebut adalah bentuk kelalaian BTN. Bisa dikatakan bahwa BTN tidak menjalankan prinsip kehati-hatian perbankan, sehingga terjadi pembobolan terhadap dana nasabah.

“Perbankan harusnya sangat menjaga dan memiliki prinsip kehati-hatian. Sebab, bisnis perbankan adalah bisnis kepercayaan. Jadi, jangan sampai terjadi hilangnya kepercayaan nasabah terhadap perbankan,” jelas Faisal.

Dia menerangkan, pembobolan bank dengan mentransfer dana nasabah ke rekening lain dibutuhkan instrumen yang hanya bisa dilakukan oleh pejabat bank yang memiliki otoritas. Baik itu kepala cabang ataupun jajaran direksi, semunya tergantung kapasitasnya.

Nah, berdasarkan UU PT, direksi menjalankan amanahnya sesuai RUPS. “Jadi apapun bentuknya, maka bank harus bertanggung jawab terhadap hilangnya dana nasabah walau nasabah tersebut mencari keadilan lewat pengadilan, bank tetap harus bertanggung jawab,” tegas Faisal.

loading...

Feeds

PKS: Oded Harus Jadi Bandung 1

DPD PKS Kota Bandung resmi menjadikan Wakil Walikota Bandung, Oded M Danial sebagai calon yang akan diusung pada Pilwalkot Bandung …