Pilwalkot Bandung: setelah Ayi Vivananda dan Gatot Cahyono, Giliran Aris Supriatna Daftar ke PDIP

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG- Wakil Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) PDIP Kota Bandung Aris Supriatna, Kamis (1/6) mengambil, sekaligus langsung mengembalikan formulir pendaftaran Bakal Calon Wali Kota/Wakil Wali Kota Bandung 2018-2023, di kantor DPC PDIP Kota Bandung.‎

“Karena pengembalian terakhir formulir tanggal 6 Juni, dan tanggal 5 Juni, kami ada agenda nasional ke Blitar, terkait hari Jadi Bung Karno, jadi saya memutuskan mengembalikan formulir pendaftaran hari ini,” ujar Aris kepada wartawan.

Aris mengatakan, dirinya mendaftar, karena mendapat dorongan dari partai, sesuai dengan rapat DPC. Selain itu, yang memotivasi Aris untuk maju ke Pilwalkot Bandung 2017, adalah ingin memberantas kemiskinan dan kebodohan di Kota Bandung.

“Saya ingin bersama partai menghilangkan kemiskinan dan kebodohan di Kota Bandung. Sehingga, itu tidak hanya menjadi jargon partai. Tapi benar-benar terasa manfaatnya oleh masyarakat,” papar Aris.

Dipilihnya tanggal 1 Juni sebagai pengambilan dan pengembalian formulir pendaftaran, karena Aris ingin mengambil semangat Pancasila sebagai penyemangat perjuangannya.

Ditemui di tempat yang sama, Ketua DPC PDIP Kota Bandung Isa Subagja membenarkan, Aris merupakan satu-satunya perwakilan DPC yang maju ke Pilwalkot 2016.

“Setelah melalui rapat DPC, kami memutuskan Pak Aris untuk maju ke Pilwalkot Bandung sebagai perwakilan DPC,” kata Isa.

Sebelum Aris ada beberapa Bakal Calon juga yang mendaftar lewat penjaringan PDIP, beberapa di antaranya adalah Ayi Vivananda dan Gatot Cahyono.

Meski Aris merupakan kader yang dipilih partai, namun, Isa mengatakan, tidak menganak emaskan Aris dalam pelaporan dan pengajuan ke DPP.

“Kita kan tugasnya hanya mengumpulkan dan memferivikasi berkas administrasi saja. Selebihnya, setelah semua berkas lengkap, maka akan kami serahkan ke DPP, dan DPP lah yang menentukan siapa yang akhirnya akan mewakili PDIP maju ke Pilwalkot Bandung 2017,” paparnya.

Setelah penjaringan ini, ada serangkaian test yang harus dilalui Balon, diantaranya Psiko test, tesideologi dan survei. “Karena bagaimanapun, mereka akan menjadi wakil PDIP, jadi harus bisa menaikkan PDIP, jangan malah menjebloskan,” singkatnya.

(mur)‎

loading...

Feeds