Hari Pancasila, Ridwan Kamil Ingin PMP Ada Lagi di Sekolah tapi Dikemas dengan Metode Kekinian

Ridwan Kamil- Oded M. Danial

Ridwan Kamil- Oded M. Danial

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG- Hari lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni tahun ini dimaknai sebagai pengingat warga Kota Bandung agar tidak melupakan Pancasila sebagai Ideologi Bangsa.

“Jangan pernah lupakan dasar negara yang sudah final dan dirumuskan oleh semua kalangan negarawan. Sehingga lahirlah ideologi yang kita pahami sekarang,” ujar Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, kepada wartawan Kamis (1/5).

Wali Kota yang akrab disapa Emil ini mengatakan, ada tiga keprihatinan terhadap  anak muda sekarang dalam pemahaman atas Pancasila.

“Di kalangan anak muda sekarang terjadi kekosongan pemahaman tentang Pancasila, karena pelajaran yang berisikan tentang pemahaman ini sangat sedikit,” kata Emil.

Karenanya, Emil akan mengusukan kepada pemerintah pusat, untuk mengembalikan mata pelajaran Pendidikan Morah Pancasila (PMP) ke dalam kurikulum sekolah.

“Namun, pengembalian mata pelajaran ini dikemas dengan metode yang kekinian,” terangnya. ‎

Selain itu, Emil menilai anak muda sekarang ‎mengalami krisis keteladanan dalam keseharian terhadap orang-orang dewasa.‎

“Seharusnya orang dewasa dalam kesehariannya menunjukan pengamalan Pancasila seperti toleransi beragama, tepaselira, menghormati perbedaa, orang tua dan agama. Sehingga tidak ada perilaku saling melecehkan agama,” papar Emil.‎

Menurut Emil, Forkominda ini sekali dalam satu bulan akan melakukan pemetaa, jika ada gerakan yang mencoba menggeser Pancasila.

Kota Bandung juga akan membuat forum pancasila, ‎yang akan mengundang anak sekolah untuk mengadakan diskusi mengenai poin yang berhubungan dengan kemasyarakatan.

“Kalau sering ada dialog seperti ini, mudah-mudahan kita tidak akan sensitif lagi jika membahas hal-hal yang berbeda. Sehingga kita bisa mencari persamaan dalam perbedaan,” pungkasnya.

(mur)

loading...

Feeds