Rombongan Bus Umroh Tabrakan Beruntun, di Indonesia Muncul Hoaks Berantai

Ilustrasi. Foto: AFP

Ilustrasi. Foto: AFP

POJOKBANDUNG.com – Rombongan bus yang membawa jemaah umroh mengalami kecelakaan beruntun di jalan tol Madina-Qassim, Arab Saudi.

Kecelakaan beruntun tersebut melibatkan lima kendaraan di dekat jembatan Saqryat Qabra, antara Jabal Tamiah atau sekitar 225 km dari ibu kota Buraidah.

Juru bicara Qassim Civil Defense, Kolonel Abdulaziz Al-Tamimi mengatakan, kecelakaan menyebabkan enam jamaah umrah meninggal dunia, sementara 81 lainnya luka-luka.

“Kecelakaan itu melibatkan korban dari Bangladesh, India, dan beberapa warga negara lainnya,” ujar Tamimi, seperti dilansir Saudi Gazzette, Kamis (31/5/2017).

Tidak ada WNI yang tercatat sebagai korban kecelakaan.

Kecelakaan itu terjadi pada Jumat, 26 Mei 2017 lalu. Sekitar 28 tim gawat darurat diterjunkan ke lokasi kejadian, termasuk dari Madinah dan lima dari kawasan Hail ke lokasi kecelakaan.

Beberapa korban dirawat di lokasi kecelakaan sementara yang lainnya dibawa ke rumah sakit di berbagai kota termasuk Uqlat Al-Suqour, Al-Nabhaniyah, Al-Ras, Riyadh, Al-Khubaraa, dan Al-Bakiriyah.

Kecelakaan itu terjadi karena kondisi cuaca yang menyebabkan jarak pandang jadi buruk hingga menyebabkan tabrakan. Pemerintah setempat segera menangani peristiwa ini.

Di Indonesia, beredar kabar hoaks yang dikirim secara berantai. Kabar ini mengatakan bahwa terjadi  kecelakaan beruntun di Mekah yang menewaskan 130 jamaah umroh.

“Innaalillaahi Wa Innaa Ilaihi Raajiu’un.. Update terkini..Kecelakaan tabrakan beruntun rombongan Umroh di Mekkah Ramadhan ini sebanyak 130 orang meninggal dunia.. Cek keluarga dan kerabat yg sedang pergi Umrah..!!Semoga Khusnul Khaatimah,” demikian isi pesan berantai yang diterima pojoksatu.id, Kamis (31/5/2017).

Jumlah korban yang dalam info hoax itu lebih banyak dari berita yang disampaikan media Arab Saudi tentang kecelakaan beruntun.

(one/pojoksatu)

loading...

Feeds

Wah! Peringkat ITB Digeser UGM

Nasir mengumumkan UGM behasil menempati posisi pertama dengan skor 3,66 poin, menggantikan ITB (3,53 poin). Di bawahnya disusul IPB