Waspada! Teroris Kini Bukan Hanya Rekrut Perempuan

aksi penggerebekan oleh Densus 88. (ramdhani)

aksi penggerebekan oleh Densus 88. (ramdhani)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNGTerorisme kembali menjadi momok menakutkan setelah aksi bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu DKI Jakarta.

Bahkan, pengamat Teroris Universitas Padjadjaran (Unpad), Arif Sudirman melihat ada modus baru yang dilakukan jaringan teroris dalam merekrut anggotanya.

Menurut Arif Sudirman, jaringan teroris kini bukan hanya merekrut perempuan dan anak-anak sebagai calon anggota.

Khusus anak-anak,  mereka sedari dini dicekoki paham radikalisme. “Ini mirip pola yang dilakukan ISIS,” kata Arif, di Bandung, baru-baru ini.

“Kalau perempuan sebetulnya sudah lama sasarannya, karena dulu teroris identik dengan peran laki-laki sebagai kepala keluarga. Kalau anak-anak memang tren baru setelah muncul generasi ISIS dan Poso,” tambah dia.

Biasanya kata Arif, anak-anak ini akan dicekoki paham-paham radikal dan seputar jihad, sehingga para penyebar paham ini mengharapkan pemahaman tentang jihad sudah tertanam sejak dini.

“Yang pernah saya lihat itu mereka cuma ikut orang tuanya saja kerena anak-anak kan masih sangat tergantung dengan orang tuanya,” ucapnya.

“Ada juga yang sengaja dikader oleh kelompok teroris sekitar, tapi kelompok teroris yang mengkader biasanya nggak jauh dari lingkungan tempat tinggal anak itu.”

Menurutnya langkah memberikan dogma tentang ideologi menjadi sesuatu yang paling mudah dilakukan kepada para remaja atau anak-anak.

Hal itu terkait dengan rasa keingintahuan yang tinggi di kalangan anak-anak dan remaja. Jiwa mereka yang masih bergelora tentu jadi tempat persemaian yang bagus bagi faham radikalisme.

Ia menyebutkan, perekrutan anak-anak pernah dilakukan oleh teroris Santoso di Poso.

(cr2)

loading...

Feeds