Operasi Jantung Menggunakan BPJS Kesehatan, Lancar, Mudah dan Nyaman

Haerudin, peserta BPJS Kesehatan (kiri)

Haerudin, peserta BPJS Kesehatan (kiri)

 

POJOKBANDUNG.com – Haerudin (60) tak pernah menyangka jika dirinya akan divonis menderita sakit jantung oleh dokter. Ia pun harus menjalani dioperasi.

Beruntung, Haerudin memahami pentingnya jaminan kesehatan. Ia telah mendaftarkan diri sebagai peserta JKN BPJS Kesehatan sejak pertengahan 2014.

“Pertama kali mendaftar saat itu saya ambil kelas 3, namun pada bulan April 2015 saya naikan jadi kelas 1 saja,” kata Haerudin.

Ia mengaku, awalnya tidak menyadari jika dirinya sakit jantung. Waktu itu, ia terkena serangan jantung pertama pada April 2016. “Karena saya sudah punya kartu BPJS Kesehatan, maka saya disarankan untuk menggunakan BPJS Kesehatan saja,” kata Haerudin.

Warga Parongpong Bandung Barat ini juga menepis anggapan bahwa dirinya tidak akan dilayani maksimal karena menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan.

“Justru pelayanannya bagus, tidak terlalu antre panjang dan cukup cepat. Saya langsung diberi tindakan dan obat dari pihak rumah sakit. Buat saya itu nyaman sekali,” cerita Haerudin.

Namun setelah 3 hari pulang dari rumah sakit, ia terkena serangan lagi dan harus dirawat inap di RS TNI Dustira Cimahi. Saat itu ia sempat harus dirawat di ruang ICU.

Setelah lebaran 2016, cobaan kembali datang menerpa Haerudin. Ia kembali terkena serangan jantung untuk yang ketiga kalinya. Sehingga membuat dirinya kembali dilarikan ke RS TNI Dustira.

Berawal dari serangan jantung yang ketiga ini pulalah yang membuat Haerudin divonis harus menjalani operasi pemasangan ring jantung.

Lalu berturut-turut setelah itu, ia harus menjalani dua kali operasi dengan selang waktu 6 minggu dan total 3 ring jantung yang terpasang hingga bulan Desember 2016.

“Sesuai rujukan, untuk operasi tersebut harus dilakukan ke RS Hasan Sadikin di Kota Bandung. Antreannya jauh lebih banyak daripada di RS Dustira,” ujarnya.

Ia menduga, panjangnya antrean karena saat ini peserta JKN sudah bertambah banyak dan semakin banyak orang memanfaatkan jaminan kesehatannya.

“Selain itu kan memang RSHS menjadi salah satu RS pusat rujukan. Saya paham betul dengan kondisi tersebut. Ya sabar saja, yang penting ikuti prosedur, ikuti jadwal, cari informasi sejelas-jelasnya,” tutur Haerudin.

Ia mengaku tidak mengalami banyak masalah saat mengantri ketersediaan kamar dan jadwal operasi.

“Dalam waktu yang tidak terlalu lama, saya mendapat kamar untuk perawatan dan operasi jantung menggunakan BPJS Kesehatan, lancar, mudah dan nyaman,” katanya.

(*)

loading...

Feeds