Karena Facebook, Pengasuh Pondok Pesantren Dijemput Polisi

Tim Direktorat Cyber Crime Bareskrim Polri didampingi personel Polres Padangpanjang ketika mendatangi kediaman Ahmad Rifa'i Pasra, seorang pegawai Pondok Pesantren Diniyyah Putri Padangpanjang. (YUWARDI/Padang Eksrpes/JawaPos.com)

Tim Direktorat Cyber Crime Bareskrim Polri didampingi personel Polres Padangpanjang ketika mendatangi kediaman Ahmad Rifa'i Pasra, seorang pegawai Pondok Pesantren Diniyyah Putri Padangpanjang. (YUWARDI/Padang Eksrpes/JawaPos.com)

POJOKBANDUNG.com – Bagi yang aktif di media sosial, berhati-hatilah dalam membikin pesan. Terlebih jika pesan tersebut mengandung muatan kebencian atau berbau SARA.

Hal itu dialami Ahmad Rifa’i Pasra, salah pengasuh di Pondok Pesantren Diniyyah Putri Padangpanjang, Sumatera Barat (Sumbar) diringkus aparat Bareskrim Polri karena menulis pesan di media sosial.

Penjemputan warga Kelurahan Silaing Bawah, Padangpanjang itu berlangsung sekira pukul 16.00 WIB, Minggu (28/5/2017) sore, ketika dia baru saja menyelesaikan ibadah salat ashar di Masjid Nurul Huda, Silaing Bawah.

Dia dijemput tim dari Bareskrim Polri didampingi aparat dari Polres Padangpanjang.

Ketua RT VI Kelurahan Silaing Bawah, Defrizal menuturkan, dirinya didatangi dua anggota polisi dari Jakarta berpakaian setelan kemeja rapi sekitar pukul 15.00 WIB.

Defrizal menyebutkan, selang beberapa jam kemudian pihak kepolisian kembali mendatanginya untuk memberitahukan bahwa pemilik akun facebook berlogo macan akan “diambil”.

Kedatangan yang kedua kalinya itu, pihak Mabes Polri tampak didampingi sejumlah personel Polres Padangpanjang.

“Pihak kepolisian dari Mabes dua kali mendatangi saya memberitahukan terkait salah seorang warga kami yang akan ditangkap. Sebelum penangkapan, saya juga melihat tempat ini dikelilingi polisi berseragam,” tutur Defrizal seperti dilansir Padang Ekspres (Jawa Pos Group), Senin (29/5/2017).

Setelah pria beranak dua itu dibawa masuk ke mobil Avanza hitam, tidak lama kemudian dibawa kembali ke kediamannya.

Menurut kabar yang didapat dari kerabatnya, Ahmad Rifa’i Pasra ketika itu mengambil handphone, lalu dibawa ke Jakarta.

loading...

Feeds

Tegangnya Palagan Ambarawa di Cimahi

Pertumpahan darah pun tersaji setelah para sekutu menyerang dalam perang Palagan Ambarawa. Para pejuang maupun sekutu banyak yang tewas tergeletak …