Pengusaha Konfeksi Itu Mulai Berubah setelah Ikut Pengajian di Luar

Densus 88 melakukan penggeledahan di rumah salah satu terduga anggota jaringan teroris bom bunuh diri Kampung Melayu. (Riana Setiawan)

Densus 88 melakukan penggeledahan di rumah salah satu terduga anggota jaringan teroris bom bunuh diri Kampung Melayu. (Riana Setiawan)

POJOKBANDUNG.com- KELUARGA JIS, salah seorang yang ditangkap polisi karena diduga terkait bom Kampung Melayu, masih shock. Saat polisi menggeledah rumah di Kampung Bangkong, Pada Asih, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, itu, mereka tampak terpukul.

Mereka tinggal di rumah keluarga, sekitar 20 meter dari rumah JIS. Beberapa orang, ibu, adik, dan kakak JIS tampak berkumpul. Di tempat itu, mereka menjual pulsa ponsel.

BACA:

Para Terduga Teroris di Mata Tetangga, Selalu Tertutup dan Tidak Gaul

Saat disambangi, seorang perempuan berjilbab keluar dari ruang tamu. Wajahnya sedikit merah, terutama di sekitar mata. Tampak bekas-bekas menangis yang coba diusir.

Saat membelil pulsa, dia melayani pembelian pulsa dengan cukup dingin. Saat ditanya, apakah ini rumah keluarga JIS, dia terdiam. “Memang kenapa,” ujarnya. Setelah dijelaskan beberapa kali, dia mulai sedikit terbuka.

Kendati begitu, dia enggan menyebutkan namanya. “Sebut saja keluarga, ya,” ujarnya sembari memegang handphone, tangannya terlihat bergetar.

BACA: Penggeledahan Teroris, Polisi Temukan Tutup Panci yang Sudah Dimodifikasi

JIS di mata keluarga merupakan orang baik. Setiap bulan dia rutin memberikan uang bulanan kepada ibunya. Sebagai anak, JIS sangat berbakti. Karena itulah, ibunya juga shock saat mendengar JIS ditangkap polisi, apalagi dikaitkan dengan kasus bom. “Dia bukan teroris semacam itu,” tuturnya.

Dia juga enggan menceritakan di mana JIS dulu bersekolah dan belajar agama. Yang pasti, JIS seminggu sekali menggelar pengajian yang diikuti keluarga besar. Hampir semua keluarga ikut pengajian tersebut. “Pengajian biasa,” urainya.

Walau begitu, dia mengakui, memang ada pengajian di luar yang diikuti JIS. “Sejak mengikuti pengajian di luar itu, memang ada perubahan yang terjadi pada JIS,” paparnya.

Perubahan secara karakter tidak. Hanya perubahan penampilan. Dia sering berbaju koko dan bercelana yang tidak seperti sebelumnya. “Tapi, tetap baik pada keluarga,” ujarnya.

Ketua RW 08 Husen alias Ayik yang mengaku sebagai sahabat dekat JIS menyatakan pernah diajak ikut pengajian. Pengajian yang diadakan di lantai 2 rumah JIS itu biasa saja. “Saya diajak sekali, materi pengajian biasa kok. Saya lupa materinya apa, yang mengisi JIS,” tuturnya.

loading...

Feeds