Para Terduga Teroris di Mata Tetangga, Selalu Tertutup dan Tidak Gaul

Detasemen Khusus (Densus) 88 melakukan penggeledahan di rumah kontrakan milik JS, terduga anggota jaringan teroris bom bunuh diri Kampung Melayu Jakarta, di Kampung Babakan Sangkuriang, Desa/Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jumat (26/5). Riana Setiawan/Radar Bandung

Detasemen Khusus (Densus) 88 melakukan penggeledahan di rumah kontrakan milik JS, terduga anggota jaringan teroris bom bunuh diri Kampung Melayu Jakarta, di Kampung Babakan Sangkuriang, Desa/Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jumat (26/5). Riana Setiawan/Radar Bandung

 

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Keseharian tiga terduga jaringan pelaku pengeboman Terminal Kampung Melayu rata-rata tertutup. Ada yang namanya sampai tak dikenali tetangga meski dia sudah tinggal di tempat tersebut sejak bujangan.

Di depan rumah berpagar bambu yang telah lapuk itu, belasan polisi berhenti berlari. Mereka bersenjata lengkap, dilengkapi helm dan penutup muka.

Tiba-tiba dari arah rumah di Jalan Ranca Sawo RT 1, RW 21, Margasari, Buah Batu, Bandung, itu seorang perempuan bercadar yang menggandeng seorang anak keluar dengan cepat.

Dia setengah berteriak, dilanjutkan dengan suara tangis, sembari berjalan menuju gang tepat di sebelah rumahnya. Belasan polwan berpakaian batik lalu mendampinginya.

Bergegas perempuan itu masuk ke sebuah rumah yang berjarak 20 meter di belakang kediamannya. Polisi lalu membuat barikade untuk mencegah siapa pun mengikutinya. Hanya perempuan itu, anaknya, dan polwan.

Kabidhumas Polda Jawa Barat Kombespol Yusri Yunus yang berada di lokasi menjelaskan, perempuan tersebut merupakan istri salah seorang terduga jaringan pelaku pengeboman Terminal Bus Transjakarta Kampung Melayu yang berinisial WS.

”Biarkan perempuan itu ditemani polwan,” ujarnya.

Densus 88 Antiteror dan Polda Jawa Barat kemarin memang menangkap terduga jaringan pelaku bom yang menewaskan tiga personel polisi tersebut.

Mereka adalah WS, AK alias AD, dan JIS. Sedangkan dua pelaku bom bunuh diri pada Rabu malam lalu (24/5) itu adalah Ichwan Nurul Salam dan Ahmad Sukir yang sama-sama berasal dari Bandung.

Peran ketiganya masih diperiksa. ”Nanti ya perannya, saat ini kami sedang mencari barang bukti lainnya,” tuturnya.

Kehadiran polisi di rumah WS itu otomatis menjadi tontonan warga. Ada yang berdiri berkelompok di belakang garis polisi. Ada yang melihat dari sebuah poskamling.

loading...

Feeds