Auditor Terjaring OTT, Bukti Opini WTP BPK Bisa Ditransaksikan

Ketua KPK Agus Raharjo bersama Wakil Ketua KPK Laode M Syarief dan dua pimpinan BPK, menggelar jumpa pers penetapan Irjen Kemendes dan dua auditor BPK sebagai tersangka kasus penyuapan. (Elfiany Kurniawan/JawaPos.com)

Ketua KPK Agus Raharjo bersama Wakil Ketua KPK Laode M Syarief dan dua pimpinan BPK, menggelar jumpa pers penetapan Irjen Kemendes dan dua auditor BPK sebagai tersangka kasus penyuapan. (Elfiany Kurniawan/JawaPos.com)

POJOKBANDUNG.com- SEKRETARIS Jenderal Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Yenny Sucipto menilai operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) merupakan pukulan telak bagi lembaga negara tempat para auditor itu.

Sebab, dugaan adanya transaksi demi meraih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) bukanlah isapan jempol.

BACA JUGA:

Suap Opini WTP: Begini Kronologi Penangkapan Pejabat Kemendes dan BPK

Suap Opini WTP: KPK Tetapkan Irjen Kemendes dan Auditor BPK Tersangka

Menurutnya, opini WTP maupun wajar dengan pengecualian (WDP) hasil audit BPK pun patut dipertanyakan. “Jadi diragukan keabsahannya,” ujar Yenny saat dihubungi, Sabtu (27/5).

Oleh sebab itu, Yenny mendesak BPK mengubah metodologi audit. Dengan demikian, audit bukan menjadi lahan basah untuk melakukan praktik korupsi.

Cara yang bisa ditempuh adalah dengan melakukan reformasi total di internal auditor, sekaligus membersihkan BPK dari pimpinan berlatar belakang politikus. “Jadi memang harus ada reformasi total di BPK ini,” katanya.

Sebelumnya, KPK menangkap tujuh orang terkait dugaan suap, Jumat (26/5). Suap itu diduga terkait pemberian opini WTP dari BPK untuk laporan kinerja Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

(cr2/jpg/pojokbandung)

loading...

Feeds

Denda Persib, Ciderai Nilai Pancasila

Keputusan PSSI mendenda Persib atas aksi koreografi bobotohnya dalam mendukung Rohingya dipertanyakan anggota komisi X DPR RI Ledia Hanifa Amaliah.