Sebelum Ngebom Kampung Melayu, Pelaku Sempat Minta Doa Restu kepada Pria Ini

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto (kanan) menunjukan foto serpihan barang bukti saat memberikan keterangan pers didampingi Kabagpenum Divhumas Polri Kombes Pol Martinus Sitompul (kiri) (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto (kanan) menunjukan foto serpihan barang bukti saat memberikan keterangan pers didampingi Kabagpenum Divhumas Polri Kombes Pol Martinus Sitompul (kiri) (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)

 

POJOKBANDUNG.com – Terungkap sudah siapa pelaku pengeboman di Terminal Kampung Melayu Rabu (24/5/2017) malam lalu.

Mereka adalah Ichwan Nurul Salam (INS) dan Ahmad Sukri (AS). Dua warga Jawa Barat yang melakukan aksi bom bunuh diri itu tewas di lokasi kejadian.

Informasi yang dikumpulkan Jawa Pos (grup Pojokbandung), dua orang itu adalah pengikut pimpinan kelompok teror Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Aman Abdurrahman.

INS dan AS dua pekan lalu dilaporkan datang ke Nusakambangan, tempat Aman ditahan. Mereka datang ke Nusakambangan untuk mendapatkan semacam restu dari Aman sebelum beraksi.

Diketahui, Aman menjadi pemimpin ideologis JAD. Dia juga yang memberikan instruksi di balik aksi teror di Jalan M.H. Thamrin pada 14 Januari 2016.

Polisi tidak membenarkan maupun membantah kabar kunjungan INS dan AS ke Nusakambangan. Yang jelas, pola serangan dan bom yang digunakan identik dengan pola anggota JAD.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divhumas Polri Kombespol Martinus Sitompul menyatakan, ada beberapa barang bukti yang menunjukkan bahwa bom di Kampung Melayu adalah bom anggota JAD.

Antara lain, serpihan panci aluminium, kabel switch, paku, dan sisa bahan peledak TATP (triacetone triperoxide).

“Modusnya juga sama dengan kelompok yang dipimpin Aman Abdurrahman,” kata Martinus Sitompul.

Diberitakan sebelumnya, jumlah korban meninggal aksi teror itu dipastikan tiga orang. Semuanya merupakan anggota polisi. Yakni Bripda Taufan, Bripda Imam Gilang, dan Bripda Ridho. Kemarin mereka dimakamkan secara militer.

Juga ada sepuluh korban luka. Antara lain Bripda Feri, Bripda Yogi, Bripda M. Puji, Bripda Sukron, dan Bripda Pandu Dwi.

Ada juga korban luka dari masyarakat sipil, yakni Agung yang berprofesi sebagai sopir Kopaja, Agus yang tercatat sebagai karyawan bank, serta Fitri dan Jihan yang merupakan mahasiswa.

(jpg)

loading...

Feeds