Pemkab Bandung Barat Layangkan Protes setelah Gagal Raih Adipura

Komplek perkantoran Pemkab Bandung Barat. Foto: bandungbaratkab

Komplek perkantoran Pemkab Bandung Barat. Foto: bandungbaratkab

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Kabupaten Bandung Barat (kBB) gagal meraih Piala Adipura karena dinilai tidak memenuhi standar penilaian Kementerian Lingkungan Hidup.

Salah satu penyebabnya permasalahan sampah TPA di Sarimukti.

BACA: Penilaian Adipura di Kab Bandung Terkendala TPA

Kepala Dinas Lingkungan Hidup KBB Apung Hadiat Purwoko mengungkapkan, Pemkab melayangkan protes lantaran menganggap standar penilaian Adipura tidak jelas.

Menurutnya, KBB gagal meraih Adipura karena tak lolos verifikasi penilaian tahap kedua.

“Karena tidak ada lagi pemanggilan untuk tahap kedua hingga saat ini, artinya gagal ikuti Adipura. Namun, yang kami sesalkan, tim penilai sebelumnya mengumumkan bahwa tahap dua minimal nilainya 69, lalu berubah menjadi 73, dan terakhir berubah lagi menjadi 75. Kenapa berubah-ubah standarnya. Ini sangat tidak jelas,” protesnya.

BACA: Masih Banyak Sampah, Kota Bandung Meraih Penghargaan Adipura, Kok Bisa…

Selain itu, alasan lainnya bahwa TPA Sarimukti dinilai kurang memenuhi syarat penilaian. Padahal, TPA Sarimukti tak hanya digunakan KBB, tetapi juga Kota Bandung, Cimahi dan Kab Bandung.

Menurutnya, jika TPA Sarimukti dianggap kurang memadai untuk masuk penilaian Adipura, seharusnya daerah-daerah lain yang menggunakan TPA tersebut juga tidak lolos. “Namun, saya dengar daerah lain lolos tahap dua, padahal sama-sama menggunakan TPA Sarimukti,” ujarnya.

Ia menuturkan, Adipura memang bukan tujuan utama yang diinginkan Pemkab, namun atas dasar itu, pihaknya melayangkan protes kepada Pusat Pelayanan Ekoregion Wilayah Jawa-Bali untuk mempertanyakan kejelasan standar penilaian Adipura. Namun, hingga kini, belum ada jawaban.

(bie)

 

loading...

Feeds