Misteri Kuitansi Pembelian Panci di Lokasi Bom Kampung Melayu

Lokasi ledakan bom Kampung Melayu (Almudatsir/Jawa Pos)

Lokasi ledakan bom Kampung Melayu (Almudatsir/Jawa Pos)

POJOKBANDUNG.com – Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto mengungkapkan, bom di Terminal Kampung Melayu kemungkinan besar berjenis bom panci.

Selain ada serpihan panci, ditemukan kuitansi pembelian panci di sebuah toko swalayan di Padalarang, Kabupaten Bandung.

Ya, dua pelaku bom Kampung Melayu, yakni Ichwan Nurul Salam (INS) dan Ahmad Sukri (AS) merupakan warga Kota Bandung dan Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Tak lama setelah teridentifikasi, polisi pun langung menggeledah dua rumah pelaku.

Nah, dari situ, polisi menemukan petunjuk soal pembelian panci tersebut. “Namun, identifikasi belum usai,” paparnya.

Setyo melanjutkan, kuitansi pembelian panci itu bertanggal 22 Mei 2017. Lalu, aksi teror terjadi pada 24 Mei. Apakah bom panci itu dirangkai hanya dalam dua hari? Setyo mengakui, dalam kuitansi tersebut memang tertera tanggal 22 Mei.

“Namun, sedang didalami apakah dirangkai hanya dalam dua hari,” paparnya.

Yang pasti, bom panci tersebut sangat mungkin dimasukkan ke tas ransel. Lalu diledakkan dengan semacam pemicu atau switcher oleh kedua pelaku.

“Sobekan tas ransel dan kabel switcher ini ditemukan saat olah tempat kejadian perkara,” terangnya.

Jumlah korban meninggal aksi teror itu dipastikan tiga orang. Semuanya merupakan anggota polisi. Yakni Bripda Taufan, Bripda Imam Gilang, dan Bripda Ridho. Kemarin mereka dimakamkan secara militer.

Juga ada sepuluh korban luka. Antara lain Bripda Feri, Bripda Yogi, Bripda M. Puji, Bripda Sukron, dan Bripda Pandu Dwi.

Ada juga korban luka dari masyarakat sipil, yakni Agung yang berprofesi sebagai sopir Kopaja, Agus yang tercatat sebagai karyawan bank, serta Fitri dan Jihan yang merupakan mahasiswa.

“Untuk tiga korban meninggal dunia, diberikan kenaikan pangkat luar biasa anumerta dengan pangkat setingkat lebih tinggi,” jelas Setyo.

(jpg)

loading...

Feeds