4 Nama Beken Sudah Ambil Formulir Cabup KBB di PDIP

Balon Bupati KBB dari PDIP Elin Suharliah saat meengambil formulir pendaftaran di DPC PDIP KBB. (Hadi Wiboeo)

Balon Bupati KBB dari PDIP Elin Suharliah saat meengambil formulir pendaftaran di DPC PDIP KBB. (Hadi Wiboeo)

POJOKBANDUNG.com, PADALARANG- Persaingan bakal calon dari PDIP untuk Pikada KBB tahun depan bisa berlangsung sengit. Pasalnya, pendaftaran baru dibuka 20 Mei 2017,  sudah ada empat calon yang mendaftar.

Keempat calon itu pun bukan orang “biasa”. Melainkan tokoh masyarakat yang cukup beken ditengah masyarakat KBB dengan menduduki jabatan strategis, baik di pemerintahan maupun partai politik.

Keempatnya siap tempur di pilkada KBB 2018, dengan sudah mengambil formulir pendaftaran bakal Cabup dari PDIP di hari berbeda.

BACA: PDIP Buka-bukaan Soal Koalisi Menjelang Pilkada KBB

Mereka adalah Dr Pupu Sari Rohayati Kadinkes Bandung Barat, Yayat T. Soemitra (Wabup) Bandung Barat, lalu Elin Suharliah yang merupakan istri Bupati Bandung Barat Abubakar dan Udis Supriatna, mantan Ketua DPC PDIP KBB.

Dr Pupu Sari Rohayati kali pertama mengambil formulir, disusul Yayat T. Soemitra, Elin Suharliah dan Udis Supriatna.

“Sudah empat calon yang ngambil formulir pada tanggal 20 Mei lalu. Kita tinggal menunggu kapan calon mengambil formulir disertai dengan persyaratan umum,” ujar Sekretaris DPC PDIP KBB, Tuti Turimayanti.

BACA: Jelang Pilkada KBB, Abubakar-Yayat T Soemitra Gak Mesra Lagi

Tentunya, kata Maya, sapaan akrabnya, ada persyaratan yang harus dipenuhi. Selain  ijazah juga komitmen membangun partai, dana saksi dan juga biaya untuk pemenangan jika sudah kantongi rekomendasi calon dari DPP PDIP.

“Tentunya juga idiologi partai yakni tidak menjadi kutu loncat,” sebutnya.

Dalam pilkada nanti, lanjut Maya, partai akan mengeluarkan survei balon kandidat. “Jadi nanti survei yang menentukan calon. Jadi kami tidak melihat survei yang dikeluarkan oleh kandidat masing-masing,” sebutnya seraya menambahkan batas pengembaliaj formulir dan persyaratab yang sudah ditentukan pada 6 Juni mendatang.

loading...

Feeds

Denda Persib, Ciderai Nilai Pancasila

Keputusan PSSI mendenda Persib atas aksi koreografi bobotohnya dalam mendukung Rohingya dipertanyakan anggota komisi X DPR RI Ledia Hanifa Amaliah.