Pengakuan PSK, Pura-pura Mendesah dan Tutup Mata, yang Diingat Cuma Anak

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com- CIANJUR- Para pekerja seks komersil (PSK) bukan pilihan pertama bagi yang menjalaninya. Kebanyakan dari mereka terhempit masalah ekonomi.

Tidak jarang juga perlakuan tak manusiawi didapatkan para PSK saat melayani tamunya. Mereka pun berbagi suka dukanya selama melayani para hidung belang.

BACA: Jelang Ramadan, PSK Cipanas Usia 24-45 Tahun Masih Bergentayangan

Bagi PSK melayani tamu dan mendapatkan pesanan tak selalu menyenangkan. Senyuman dan rasa senang hanya dianggap angin lalu. Mereka serba salah dan tak bisa berbuat banyak.

Di tengah himpitan ekonomi, pesanan yang datang untuk melakukan booking menjadi beban pikiran tersendiri bagi PSK.

Salah satu PSK yang berdomisili di wilayah Cipanas, MS (28) dengan terbuka menceritakan pengalaman pahitnya. Tak semua tuan yang ia layani bersikap baik layaknya tamu kehormatan.

BACA: Ssttt… PSK di Bogor Sekarang Makin Nekat Mangkal di Pintu Tol

Masih ada tamu yang justru berperilaku kasar dan menganggap dirinya sebagai makhluk terendah yang ada di muka bumi. Tak sering namun ada saatnya ia diperlakukan tak manusiawi.

“Kadang dijambak, kadang diludahi. Semua itu diterima karena masih satu paket pelayanan,” ungkapnya sambil menghisap sebatang rokok.

Tak bisa marah dan tak bisa menolak, semua itu harus dijalani dengan profesional. Satu tujuan yang ada dibenaknya yaitu mendapatkan nominal rupiah yang cukup untuk dirinya dan sang buah hati.

loading...

Feeds

Biaya Operasional Ambulan Ditanggung Kecamatan

Anggaran oprasional ambulan layanan masyarakat yang merupakan salah satu program Wali Kota Cimahi, pelaksanannya akan menjadi tanggungjawab tiap kecamatan sebagai …