Waspada! Jelang Ramadan, Banyak Produk Makanan Rusak di Bandung

Ilustrasi (ist)

Ilustrasi (ist)

POJOKBANDUNG.com- BADAN Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memeriksa 712 sarana distribusi pangan menjelang masuknya bulan suci Ramadhan 1438 Hijriah.

Hasilnya ditemukan 40 persen sarana dengan kategori tak memenuhi ketentuan (TMK) karena menjual produk pangan kadaluwarsa, rusak atau tanpa izin edar (TIE).

BACA JUGA:

Jelang Ramadan, Harga Daging Sapi dan Ayam Potong Naik di Pasar Tradisional

Pemkot Bandung Anggap PKL Musiman Jadi Masalah Jelang Ramadan

“Jenis produk yang kami temukan itu kebanyakan mie instan, bahan tambahan, biskuit, minuman serbuk, dan makanan ringan,” ungkap Kepala BPOM Penny Kusumastuti di kantornya, Jakarta, Rabu (24/5).

Menurutnya, pengawasan dilakukan sejak 15 Mei dan akan dilanjutkan intensif hingga satu pekan setelah Hari Raya Lebaran.

“Target intensifikasi pengawasan difokuskan pada pangan olahan tanpa izin edar, kadaluwarsa, dan rusak,” ujar Penny.

Dia menambahkan, komoditas pangan yang rusak banyak ditemukan di Bandung, Jayapura, Padang, Aceh, dan Manokwari. Yakni makanan produk mentega, ikan kalengan, minuman berperisa, kecap, dan susu kental manis.

Sedangkan, pangan tanpa izin edar banyak ditemukan di Lampung, Palembang, Mataram, Batam, dan Kendari dengan jenis produk teh, garam, makanan ringan, biskuit, gula, dan tepung.

(wah/jpg/pojokbandung)

loading...

Feeds