Pemkot Masih Cari Tahu Kenapa Bawang Putih Harganya Tak Masuk Akal

Pedagang menunggu pembeli di Pasar Kosambi, Kota Bandung. (Riana Setiawan)

Pedagang menunggu pembeli di Pasar Kosambi, Kota Bandung. (Riana Setiawan)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Menjelang Ramadan, Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan PD Pasar Bermartabat Kota Bandung akan melakukan evaluasi untuk komiditi pangan daging ayam dan dan bawang putih.

“Kami akan melakukan evaluasi untuk kedua komoditi tersebut, lantaran berdasarkan hasil peninjauan lapangan kedua komidi tersebut mengalami lonjakan harga yang signifikan,” ujar Kepala Dispangtan Kota Bandung Elly Wasliah, kepada wartawan Senin (22/5/2017).

Kenaikan harga kedua komoditi tersebut sangat signifikan. Bawang putuh sekarang menyentuh harga Rp60 ribu, sementara harga normal Rp39 ribu. Sedangkan daging ayam dengan harga normal Rp29 ribu sekarang mengalami kenaikan sehingga harganya sekarang Rp35 ribu.

“Jika harganya nanti mengalami kenaikan terus, otomatis kita harus melakukan operasi pasar (OP),” tambahnya.

Kenaikan harga bawang putih, lanjut Elly, sebenarnya tidak masuk akal. Mengingat sudah ditemukan timbunan berton-ton, sehingga seharusnya harga bawang putih mengalami penurunan secara bertahap.

“Makanya, kita akan cari tahu, kenapa harganya masih tinggi,” katanya.

Sementara itu, beberapa komoditi yang harganya relatif stabil di antaranya, harga beras kualitas super Rp12.500, medium Rp10 ribu. Harga daging sapi Rp100 ribu-Rp120 ribu‎.

“Untuk harga daging sapi dan bersa relatif stabil, dan diharapkan tidak mengalami lonjakan yang signifikan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Kami berharap paling tinggi harganya Rp120 ribu,” terangnya.

Sementara itu beberapa komoditi yang mengalami penurunan, harga telur sempat naik menjadi R‎p23 ribu, sekarang turun jadi Rp22.500.

“Diperkirakan pada awal sampai tanggal 15 Ramadhan harga telur akan stabil cenderung turun. Sedangkan pada akhir Ramadan akan mengalami lonjakan harga,” paparnya.

Untuk harga gula, harga dipatok sebesar Rp12.500, karena harga dari Bulog Rp11 ribu. Jika harga lebih dari Rp12.500 maka akan dilakukan oprasi pasar.

Selain itu, ada beber‎apa komoditi yang mengalami penurunan harga, di antaranya cabe merah TW dari Rp40 ribu sekarang Rp25 ribu, cabe merah tanjung awalnya harganya Rp40 ribu sekarang Rp30 ribu.

(mur)

loading...

Feeds

Gubernur Jabar Raih Paramakarya 2017

Gubernur Jawa Barat mendapatkan Penghargaan Produktivitas Paramakarya dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia karena dinilai telah sukses memberikan dukungan dan pembinaan …