Didin Dibui Gegara Cacing Sonari, Mengapa?

Ela Nurhayati - istri Didin

Ela Nurhayati - istri Didin

 

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Didin (48), warga Cipanas, Cianjur, berurusan dengan hukum karena diduga mengambil cacing sonari di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).

Kepala Balai Besar TNGGP, Adison menyebut pengambilan cacing sonari itu ilegal. Selain itu, Didin juga merusak zona inti kawasan taman nasional yang dilindungi undang-undang. Pencarian cacing dilakukan dengan menebang pohon-pohon.

Cacing dengan nama ilmiah Polyphheretima Elongata ini berada di ketinggian 1.500 mdpl hingga 2.500 mdpl. Cacing berukuran kecil itu hidup di atas pohon pakis, sedangkan cacing dewasa berada di dalam tanah.

Baca Juga:

Bebaskan Didin! Warga yang Diduga Mencuri Cacing

Deddy Mizwar Temui Warga yang Diduga Mencuri Cacing di Cianjur

“Jadi untuk memudahkan perburuan cacing (sonari), mereka menebang pohon-pohon dan juga menggali tanah. Jelas merusak kawasan zona inti yang dilindungi,” ungkap Adison di kantor Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jabar, Bandung, baru-baru ini.

Perburuan cacing sonari itu membuat 5 titik zona inti hutan lindung rusak. Kerusakannya rata-rata akibat penebangan pohon.

“Pemetaan kami memang beberapa bulan terakhir itu ada 5 titik. Jadi batang-batang pohon itu digunakan untuk pengeringan cacing sonari yang nantinya akan dijual,” ungkap dia.

Aktivitas pengambilan cacing sonari itu sudah diketahui pengelola sejak Oktober 2016. Polisi Hutan bersama petugas beberapa kali melakukan patroli untuk mencari tahu siapa di balik perburuan cacing.

Berdasarkan informasi masyarakat sekitar, sambung dia, perburuan itu dilakukan sekelompok orang. Namun, ketika tim melakukan pengecekan di lapangan tidak pernah memergoki kelompok tersebut.

loading...

Feeds