Siswi SD Ini Harus Digendong Bapak dan Ibunya Demi Ikut UN, Menginspirasi Teman-temannya

Kayla digendong ibunya keluar dari ruangan sekolah usai mengerjakan UN, di SDN Cibogor 1 Soreang Senin (15/5/2017). FOTO: HAKIM BAIHAQI/RADARBANDUNG

Kayla digendong ibunya keluar dari ruangan sekolah usai mengerjakan UN, di SDN Cibogor 1 Soreang Senin (15/5/2017). FOTO: HAKIM BAIHAQI/RADARBANDUNG

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kayla Maylani (12), siswa SDN Cibogor 1 Soreang, sejak lama menderita kerapuhan tulang atau osteoporosis. Namun semangat sekolahnya tak rapuh. Ketika Ujian Nasional (UN), ia pergi ke sekolah dengan digendong bapaknya.

Bisa menempuh UN menjadi salah satu mimpi Kayla. Di tengah keterbatasannya, ia tetap menggebu melanjutkan sekolah ke jenjang pendidikan menengah.

Sejak lama, Kayla lumpuh. Ia tak sanggup berjalan layaknya gadis normal seusianya. Setiap ke sekolah, ia diantar kakeknya.

Saat UN, ayah ibunya sengaja cuti kerja demi menyemangati buah hati. Kayla harus digendong ayahnya, Yeyep Tedi Setiadi, untuk mencapai ruang ujian.

Begitu sampai ruangan, Kayla sumringah. Ia siap mengisi soal. Putri pertama dari dua bersudara itu duduk di kursi khusus. Sebab, tulangnya yang rentan, membuatnya tak bisa duduk di kursi biasa.

Dalam waktu 120 menit terhitung dari pukul 08.00 – 10.00 WIB Kayla dapat menuntaskan soal yang disajikan oleh para pengawas. Mata pelajaran bahasa Indonesia yang disajikan pihak sekolah, mudah saja ia selesaikan.

Ibunda Kayla, Heni Herawati (44) mengatakan, putrinya bisa mengikuti UN di hari pertama dengan lancar.

“Tidak kerasa Kayla udah mau ke SMP, alhamdulillah,” kata Hera saat ditemui Radar Bandung (grup Pojokbandung.com) di SDN 1 Cibogor, Soreang, Kabupaten Bandung, Senin (15/5/2017).

Hera rela cuti dan menemani Kayla ikut ujian. Wanita yang sehari-hari bekerja di Kementrian Agama (Kemenag), Bale Endah itu hadir untuk menyemangati putri tercinta.

Kayla sendiri mengaku tidak ada kesulitan yang berarti saat menuntaskan soal UN. Melalui ibunya, Kayla mengaku tidak kebingungan mengerjakan soal yang ada.

Sebelumnya, Kayla memang sudah melakukan berbagai persiapan, seperti mengikuti les privat, latihan soal dan belajar menggunakan aplikasi online.

“Semoga mendapatkan nilai yang memuaskan, setelah lulus nanti mau melanjutkan ke SMPN 1 Soreang,” harapnya.

Kepala Sekolah, Amir Sumantarya mengakui, Kayla merupakan salah satu siswa yang berprestasi di SDN 1 Cibogor Soreang. Itu terbukti setiap akhir semester Kayla selalu rangking 1 di kelasnya.

Meskipun harus digendong, Kayla juga tak mengeluk. Kondisi ini menginspirasi teman-temannya.

“Kayla tidak pernah mengeluh dengan kondisinya. Saya apresisasi sekali,” ujar Amir.

(cr4)

loading...

Feeds

PKS: Oded Harus Jadi Bandung 1

DPD PKS Kota Bandung resmi menjadikan Wakil Walikota Bandung, Oded M Danial sebagai calon yang akan diusung pada Pilwalkot Bandung …