Whitesky Aviation Buka Jaringan Transportasi Helicopter Jakarta – Bandung

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG –  Kebutuhan akan pesawat tidak berjadwal diyakini terus meningkat. Terutama bagi warga perkotaan yang memiliki mobilitas tinggi. Tingkat kemacetan di jalan darat sudah dianggap tidak wajar sehingga jarak dari satu lokasi ke lokasi yang dekat bisa ditempuh dalam waktu yang lama.

Pengurus Indonesia National Air Carrier Association (INACA) Tengku Burhanudin, tingkat kebutuhan penumpang untuk pesawat tak berjadwal terus meningkat. Ini dikarenakan tingkat kemacetan yang cukup parah. Juga akibat belum adanya maskapai penerbangan yang melayani rute yang diinginkan penumpang.

“Jadi perlu moda transportasi untuk memenuhi kebutuhan ini,“ katanya di Bandung, Selasa (16/5).

Menurut Tengku, solusi yang tepat adalah penggunaan helikopter karena tidak memerlukan sarana yang rumit seperti bandara. Selain untuk keperluan perorangan, helikopter ini juga bermanfaat untuk proses kemanusiaan seperti evakuasi bencana dan angkutan logistik.

Saat ini penggunaan helikopter di Indonesia masih minim. Berbeda jauh dengan Australia, Jepang, dan China. Di Australia 2.100 helikopter digunakan untuk kepentingan tersebut, dan di Jepang 750. Tengku berharap di Indonesia juga banyak helikopter yang digunakan, salah satunya untuk sarana angkutan.

Dia sangat yakin jika banyak helikopter yang digunakan, bisa menjawab kebutuhan transportasi dan kegiatan kemanusiaan. Perusahaan maskapai tidak berjadwal (charter), PT Whitesky Aviation (Whitesky) menyediakan jasa transportasi penerbangan Jakarta – Bandung dengan waktu jarak tempuh 45 menit.

Dengan titik keberangkatan dari Bandara Halim Perdana Kusumah Jakarta dengan fasilitas 53 Helipad yang tersebar di kawasan Bandung Raya. Chief Executive Officer (CEO) Whitsky Aviation, Denon Prawiraatmaja menjelaskan, dengan range harga Rp2 juta sampai dengan Rp2,5 juta per kursi, tidak akan menjadi pesaing dalam dunia transportasi darat yang ada saat ini.

“Untuk sementara Jakarta – Bandung, kita akan terbitkan dengan harga antara Rp8 juta sampai Rp10 juta. Jadi kalau empat (kursi), dibagi delapan sampai 10 juta, berkisar dua juta lebih sedikit yah,“ ungkap Denon.

Helikopter yang disediakan untuk tranportasi umum ini, Whitesky menggunakan Helikopter Non Militer jenis Bell 505. Denon mengatakan, transportasi ini akan louncing mulai melayani maksimal 600 call konsumen pada November 2017.

“Transportasi Helikopter ini dimaksudkan untuk kegiatan – kegiatan yang sifatnya isidentil. Misalnya, saat season lebaran. Misalnya ketika tanggal 31 ketika orang tua perlu kita kunjungi dalam kondisi emergensi, gak mungkin kita mencapai Bandung dengan waktu yang cepat,“ katanya.

Kendati demikian, Denon memprioritaskan layanan transportasi Heli Jakarta Bandung beroperasi sebagar layanan alternatif untuk situasi darurat yang membutuhkan waktu lebih cepat.

“Kita gak berharap ini tidak menjadi comuter transportasi yang pagi berangkat, pulang sore. Mungkin beberapa eksekutif bisa saja seperti itu, tapi bagaimana caranya kita memberikan sarana alternatif transportasi yang menjangkau dalam waktu singkat,“ katanya.

Denon menambahkan, untuk pengembangan bisnis transportasi tersebut, pihaknya memprioritaskan layanan Jakarta – Bandung terakses penuh dari Bandara.

“Sementara ini kita masih Jakarta – Bandung, kemarin kita dapat surat dari Ditjen yang disetujui Menhub tentang akses ke Soekarno Hatta. Rencananya akan conecting Air Lines baik dari maskapai Garuda, semua maskapai yang masuk ke Cengkareng dengan tiket dari Air Lines Helipad ke Jakarta atau Bandung,“ terangnya.

loading...

Feeds

Telkomsel_RAFI2017-1

Lebaran, Trafik Data Telkomsel Melonjak

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Tahun ini Telkomsel kembali mencatat kenaikan layanan data di momen lebaran. Telkomsel mengalami lonjakan penggunaan layanan data …