Walah! Ustaz Diminta Menolak Isi Acara Ramadan di Televisi

Ilustrasi

Ilustrasi

 

POJOKBANDUNG.com – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) melarang penayangan iklan rokok selama bulan Ramadan.

Ketua YLKI, Tulus Abadi saat ini di seluruh dunia, iklan, promosi dan sponsor iklan rokok sudah dilarang total di semua lini media. Sebagai contoh di Eropa Barat iklan rokok telah dilarang sejak 1960. Di Amerika Serikat iklan rokok telah dilarang sejak 1973.

Demikian juga di negara-negara penghasil tembakau atau rokok terbesar di dunia, seperti Tiongkok, India, Brasil, Bangladesh, dan Jepang iklan promosi rokok telah dilarang. Di Israel pun iklan rokok dilarang.

BACA:

Jelang Ramadan, Stok Gas Elpiji 3 Kg Dipastikan Aman dengan Harga Paling Mahal Rp20 Ribu

Jelang Ramadan, Ini yang Paling Banyak Dicari di Google dan Youtube

“Hanya di Indonesia, iklan atau promosi rokok masih menjamur di semua lini media. Saat ini, Indonesia satu-satunya negara di dunia yang masih melegalkan iklan rokok di televisi,” ujar Tulus dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com (grup Pojokbandung), Selasa (16/5/2017).

Tulus menambahkan, banyak anak-anak dan remaja yang menonton televisi saat iklan rokok ditayangkan, khususnya pada saat makan sahur.

regulasi, iklan rokok tersebut memang tidak melanggar karena tayang mulai  jam 21.30-05.00.

Pengaturan itu dengan asumsi agar iklan rokok tidak dilihat oleh anak-anak karena sudah pada tidur. Namun karena harus bangun pada saat makan sahur, mereka akhirnya terpapar iklan rokok yang ditayangkan pada jam santap sahur itu.

“Bahkan produsen rokok segaja membombardir iklan rokok pada saat makan sahur, dengan menjadikan anak-anak sebagai target utama. Ini hal yang tragis,” tegasnya.

loading...

Feeds