Gawat! Virus Wanna Cry Tergolong Teroris Siber, Sudah Serang 130 Ribu Komputer di 70 Negara

Ilustrasi (pixabay.com)

Ilustrasi (pixabay.com)

 

POJOKBANDUNG.com – Virus Ransomware Wanna Cry mengguncang dunia, termasuk Indonesia.

Pakar Pakar IT Security Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI) Setiadi Yazid menilai, virus tersebut berbeda dengan virus yang biasanya hanya merusak computer.

Ransomware Wanna Cry, kata dia, memiliki tujuan lain, yaitu meminta tebusan.

Karena itu Kementerian Komunikasi dan Informatika menyebut fenomena ini sebagai teroris siber.

“Umumnya ransomware mengunci data, dan hanya akan memberikan cara membukanya kembali setelah uang tebusan dibayarkan,” kata Setiadi kepada JawaPos.com (grup Pojokbandung), Senin (15/4/2017).

Menurut survei dari Symantec sejak 2015, serangan ransomware sudah mencapai 20 ribu sampai 40 ribu serangan perbulan. Pada triwulan I 2016, jumlah tagihan ransomware sudah mencapai USD 206 juta.

Setiadi menambahkan, serangan Ransomware Wanna Cry jauh lebih masif dari yang pernah ada. Dalam waktu dua hari jumlah komputer yang terserang di seluruh dunia sudah mencapai lebih dari 130 ribu unit tersebar di lebih dari 70 negara.

“Jadi yang heboh seluruh dunia, bukan hanya rumah sakit di Jakarta,” tegas Setiadi.

Memang pada umumnya yang terserang adalah fasilitas kesehatan, dimulai dari kejadian di Inggris. Rumah sakit menilai hal ini merugikan pasien apalagi fasilitas kesehatan tetap harus bekerja walaupun akhir pekan.

(cr1/jpg)

loading...

Feeds