Dosen Cantik Ini Memilih Mengabdi di Pulau Kalimantan Sendirian

Lidia Widia mengabdi hidup sendiri di Pulau Kalimantan. Foto: Dok Pribadi for Radar Banjarmasin

Lidia Widia mengabdi hidup sendiri di Pulau Kalimantan. Foto: Dok Pribadi for Radar Banjarmasin

POJOKBANDUNG.com – Meniti karier di kota mungkin sudah menjadi tujuan banyak orang. Tapi tidak dengan Lidia Widia yang justru memilih merantau ke Pulau Kalimantan seorang diri.

Ia berani hidup seorang sendiri demi memajukan ilmu di bidang kesehatan. “Saya bercita-cita ingin menyalurkan ilmu kepada seluruh mahasiswa dan mahasiswi,” ucap perempuan kelahiran  Lampung Utara, 12 Maret 1988, ini, seperti dilansir dari Radar Banjarmasin (Jawa Pos Group/Pojokbandung), Senin (15/5/2017).

Sejak kecil, lulusan D-III Kebidanan Akbid Panca Bhakti Bandar Lampung tahun 2009 ini memang bercita-cita ingin memajukan ilmu kebidanan.

Ia lulusan D-IV Kebidanan Pendidik Stikes Surya Mitra Kediri Jawa Timur pada 2012. Lalu melanjutkan pendidikan S2 Magister Kedokteran Keluarga di Universitas Sebelas Maret Surakarta Jawa Tengah dan lulus 2013.

Di Kalimantan, ia bertekad mencetak lulusan bidan yang profesional dengan harapan mampu menurunkan angka kematian ibu dan anak. Ia juga siap membantu program pemerintah setempat dengan menyehatkan masyarakat.

Sebelum di Kalimantan, ia sudah biasa bertatap muka langsung dengan masyarakat lewat memberikan pelayanan kesehatan, khususnya kebidanan di Kabupaten Pesawaran Lampung 2009.

Di kampong halamannya itu dia pernah bekerja di Institusi Pendidikan Akademi Kebidanan An-Nur Husada Walisongo Kotabumi Lampung Utara pada 2010. Di sana dia menjabat Kepala Laboratorium.

Dari Lampung, ia pernah ngajar di Akademi Kebidanan Harapan Mulya Ponorogo Jawa Timur pada 2013.

Dan sejak 2014 hingga kini, ia menjabat sebagai Ka Prodi D-III Kebidanan di Stikes Darul Azhar Batulicin, Kalimantan Selatan.

Lidia banyak menghasilkan karya di bidang ilmu kebidanan. Antara lain adalah karya inovasi pembuatan alat peraga pembelajaran di laboratorium kebidanan Phantom Uterus dan Plasenta, Phantom Lengan Pemasangan KB Implant, Phantom Tangan Pemasangan Infus.

Kemudian, ia menulis buku ajar Biologi Dasar dan Biologi Perkembangan Kebidanan, buku Anatomi Fisiologi dan Siklus Kehidupan Manusia, Buku Saku anatomi dan Fisiologi Tubuh Manusia.

Buku lainnya, Modul Praktikum Asuhan Kebidanan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal, buku UKBI (Uji Kompetensi Bidan Indonesia), buku Etika dan Hukum Praktek Kebidanan.

loading...

Feeds