Bebaskan Didin! Warga yang Diduga Mencuri Cacing

Ela Nurhayati - istri Didin

Ela Nurhayati - istri Didin

POJOKBANDUNG.com – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Cianjur dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Cianjur bereaksi keras atas penangkapan Didin (48) warga Kampung Rarahan Desa Cimacan Kecamatan Cipanas.

Ketua Umum GP Ansor Cianjur, Dedi Suherli menegaskan, Didin merupakan korban kriminalisasi. Menurut Dedi, Didin hanya ingin mengambil cacing sonari untuk obat di kawasan Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango (TNGGP).

“Kami meminta Polres Cianjur untuk melepaskan Didin yang ditangkap petugas Gakum Lingkungan Hidup TNGGP gara-gara mengambil cacing untuk obat,” tegas Dedi, seperti dikutip Pojokjabar.com (grup Pojokbandung).

Baca Juga:

Deddy Mizwar Temui Warga yang Diduga Mencuri Cacing di Cianjur

“Harusnya kan dibina dulu, bukannya langsung dikriminalisasi,” tegas dia.

Seperti diketahui, Didin terpaksan mendekam dibalik dinginnya jeruji besi Polres Cianjur sebagai tahanan titipan dari Petugas PPNS Gakkum Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Didin dikenakan pasal 78 atas (5) dan atau ayat (12) jo Pasal 50 ayat (3) huruf R dan huruf M, Undang-undang nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan oleh penyidik dengan ancaman kurungan 10 tahun.

Informasi yang dihimpun, Didin yang sehari-hari berjualan di kawasan Kebun Raya Cibodas (KRC) itu sebelum dikurung, didatangi 10 orang pria yang mengaku sebagai petugas kehutanan ditemani aparat kepolisian.

Rumah Didin digeledah, lalu Didin kemudian dibawa berikut barang bukti ember berisi cacing sonari. Istrinya, Ela Nurhayati (41) yang pasrah melihat suaminya dibawa petugas, terpaksa menandatangani surat penahanan.

“Oleh karena itu, kami dari GP Ansor dan PMII akan mengadvokasi musibah yang menimpa Didin,” tegas mantan aktivis PMII yang kini menjabat sebagai anggota Komisi I dan Ketua BP Perda DPRD Cianjur tersebut.

“Kami mendesak Polres melepaskan Didin, rakyat kecil yang jadi korban kriminalisasi.”

(radar cianjur/lan)

loading...

Feeds