Ngeri, Beredar Foto Perawat Berpose di Depan Korban Pembunuhan yang Berlumuran Darah

Perawat selfie di Depan korban pembunuhan (Istimewa/Radar Madura)

Perawat selfie di Depan korban pembunuhan (Istimewa/Radar Madura)

POJOKBANDUNG.com- PROFESI tenaga medis tercoreng. Oknum perawat Puskesmas Blega mendadak bikin heboh medis sosial (medsos). Mereka berfoto selfie dengan latar korban korban penganiayaan masih bersimbah darah yang akhirnya meninggal dunia.

Kejadian itu berawal saat Puskesmas Blega menerima pasien H Dhofir, Kamis (11/5). Kades Karang Gayam berusia 43 tahun itu meninggal karena mengalami luka bacok di beberapa bagian tubuhnya. Saat petugas menerima korban, ada perawat puskesmas yang mengabadikan momen tersebut.

BACA: Duh, Ustad Yusuf Mansur Malah Asyik Selfie Saat Diajak Ngobrol Raja Salman

Dalam foto itu terdapat empat orang. Satu korban yang sedang ditangani HT dan S. Dua orang yang lain, T dan E membelakangi mereka. Dua orang inilah yang diyakini sedang berfoto ria.

Foto tersebut kemudian cepat menyebar di medsos. Seketika itu menuai banyak komentar. Tidak sedikit yang menyayangkan kelakuan mereka.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan melayangkan surat teguran kepada Puskesmas Blega, Jumat (12/5). Isinya mengenai permintaan agar seluruh tenaga kesehatan di puskesmas itu dibina ulang sehingga tidak kembali berulah.

BACA: Asyik Selfie, 2 Remaja Wanita Ini Tewas Mengenaskan Disambar Pesawat

Kepala Dinkes Bangkalan Muzakki menyayangkan tindakan petugas medis tersebut. Dia sudah meminta Puskesmas Blega memberikan pembinaan kepada para petugas. Dengan begitu, tindakan tersebut tidak kembali dilakukan atau ditiru oleh petugas tenaga keperawatan lain.

”Kami sudah beri teguran sekaligus diharapkan agar dilakukan pembinaan kembali kepada seluruh petugas. Ini menyangkut nama baik dan profesionalitas tenaga medis,” terang Muzakki.

Kepala Puskesmas Blega Sudiyo menyangkal foto tersebut diambil oleh anak buahnya. Dia mengatakan, pengambil gambar dan pengunggah foto bukan petugas puskesmas. Orang itu merupakan mantan petugas berinisial T.

Orang tersebut sudah dikeluarkan sebagai petugas puskesmas sekitar setahun lalu karena indisipliner. ”Staf kami tidak melakukan itu,” terangnya.

”Masuk tanpa sepengetahuan petugas ke ruangan tempat pasien. Karena banyak kenal dengan petugas lain, makanya dia mudah masuk,” lanjut Sudiyo.

loading...

Feeds

malam takbir

Deddy Mizwar: Silakan Takbir Keliling

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengimbau masyarakat, khususnya warga Kota Bandung untuk menggelat takbir keliling secara …