Universitas Trisakti, Kampus Usulan Soekarno yang Mengalami Tragedi 12 Mei

Rektor Universitas Trisakti Ali Ghufron Mukti dan Sekretaris Senat Universitas Trisakti Dadan Umar Daihani mendampingi salah satu orang tua mahasiswa yang menjadi korban Tragedi Trisakti pada acara Memperingati 19 Tahun Tragedi 12 Mei 1998 di Usakti (Ist for JawaPos.com)

Rektor Universitas Trisakti Ali Ghufron Mukti dan Sekretaris Senat Universitas Trisakti Dadan Umar Daihani mendampingi salah satu orang tua mahasiswa yang menjadi korban Tragedi Trisakti pada acara Memperingati 19 Tahun Tragedi 12 Mei 1998 di Usakti (Ist for JawaPos.com)

POJOKBANDUNG.com – Universitas Trisakti memeringati 19 tahun Tragedi 12 Mei. Dalam tragedi 1998 ini, empat mahasiswa Trisakti gugur sebagai pejuang reformasi.

Peristiwa itu merupakan tragedi nasional dan awal kebangkitan tata pemerintahan yang baru.

Dalam sejarahnya, Universitas Trisakti didirikan atas prakarsa Presiden Soekarno tahun 1965. Ketika itu, Usakti didapuk sebagai kampus kebangsaan dan perjuangan.

Namun, lantaran kondisi keuangan negara dalam keadaan darurat perang, maka Trisakti diwajibkan untuk membiayai secara mandiri pendapatan dan belanjanya. Sehingga, kampus ini menjadi perguruan tinggi swasta.

Kini, Trisaksi memiliki sembilan fakultas dan 47 program studi Sarjana, Magister, Doktor, Vokasi, dan Spesialis serta sembilan kampus di Jabodetabek.

Menurut Rektor Trisakti, Ali Ghufron Mukti, program pendidikan tersebut menunjukkan potensi dan kinerja Trisakti sebagai salah satu perguruan tinggi swasta pertama dan terbesar di Indonesia.

Ia mengungkapkan, peran penting Trisakti dalam pembentukan bangsa Indonesia semakin terlihat.

Saat ini, jumlah mahasiswa aktif sebanyak 21.506 mahasiswa. Sementara jumlah lulusannya mencapai 117.279 orang. Tak sedikit dari mereka yang mencatatkan prestasi, baik nasional maupun internasional.

“Kini, saya ditugaskan masuk dalam struktur Organisasi Usakti (Universitas Trisakti), sebagai pencerminan hadirnya pemerintah di Usakti untuk terus mengembangkan Usakti. Terutama meningkatkan kualitas pendidikan, penelitan termasuk juga pengabdian,” ujar Rektor usai peringatan 19 tahun Tragedi 12 Mei 1998, di Usakti, Jakarta, Jum’at (12/5/2017).

loading...

Feeds