Jangan Bilang-bilang Ya, Ridwan Kamil Ungkap Rahasia Pilih Nasdem di Pilgub Jabar

Ridwan Kamil saat menghadiri acara deklarasi Partai Nasdem untuk Pilgub Jabar 2018. (Riana Setiawan)

Ridwan Kamil saat menghadiri acara deklarasi Partai Nasdem untuk Pilgub Jabar 2018. (Riana Setiawan)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG-  Walikota Bandung Ridwan Kamil membeberkan alasan mengapa dirinya menerima pinangan Partai Nasdem sebagai calon gubernur (Cagub) Jawa Barat dalam Pilgub Jabar 2018.

Ia menyatakan alasannya menerima pinangan Nasdem karena ingin menyelamatkan pembangunan di Kota Bandung.

BACA JUGA:

Makin Panas! Gerindra-Nasdem Rebutan Ridwan Kamil di Pilgub Jabar

Pilgub Jabar, Nama-Nama Calon Pendamping Ridwan Kamil Bermunculan

Pengakuan orang nomor satu di Kota Bandung itu terungkap dalam forum pertemuan Ridwan Kamil bersama Komunitas Pesantren se-Jawa Barat pada Minggu, 23 April 2017.

Ridwan Kamil mengungkapkan pernyataan tersebut baru kali itu dia sampaikan dan sebagai rahasia. Namun, pernyataannya itu justru tersebar di situs berbagi video Youtube.

Video tersebut tersebar mulai, Kamis (11/5/ 2017) dengan judul “Ridwan Kamil ungkap alasan terima Nasdem maju di Pilkada Jabar 2018”.

Dalam video itu, orang nomor satu di Kota Bandung itu berbicara dalam sebuah forum. Latar belakang forum itu tampak spanduk bertuliskan “Komunitas Pesantren se-Jawa Barat Mendukung Ridwan Kamil Menjadi Bakal Calon Gubernur Jawa Barat”.

Ridwan Kamil mengungkapkan hal yang disebutnya sebagai rahasia tersebut. Ia menyebut, sebelum menerima pinangan Nasdem sudah berkomunikasi dengan sejumlah partai politik, antara lain PKS, Partai Gerindra, PDI Perjuangan dan partai lainnya.

Namun alasan parpol-parpol tersebut serupa, menghendaki Ridwan Kamil menjadi anggota atau kader. Sedangkan Nasdem tidak demikian. “Tiba-tiba Nasdem tak banyak mikir, di porsi yang sama itu langsung saja mendeklarasikan,” kata Ridwan Kamil.

(imn/ca/pojokbandung)

loading...

Feeds

Wah! Peringkat ITB Digeser UGM

Nasir mengumumkan UGM behasil menempati posisi pertama dengan skor 3,66 poin, menggantikan ITB (3,53 poin). Di bawahnya disusul IPB