Mengejutkan, Kesaksian Seorang Kakek Soal Penemuan Penjara Bawah Tanah di Bogor

POJOKBANDUNG.com, BOGOR – Keberadaan Bunker yang ditemukan Pesatren Al Fatah di RT 01/RW 02 No 55 Desa Pagelaran, Kecamatan Ciomas masih menyisakan tanya. Bukan hanya peneliti, warga yang ada pun penasaran dengan adanya bunker tersebut.

Pengakuan mengejutkan pun datang. Lokasi tersebut ternyata adalah benteng yang di kenal masyarakat Ciomas sebagai Benteng Jogja Kecil.

Tokoh masyarakat setempat, Anda Suhanda mengaku semasa kecilnya pernah dikisahkan peperangan.

BACA: Bikin Merinding, Penjara Bawah Tanah yang Ditemukan di Bogor Ditutup Pengelola Pesantren

Pemerintah Nederlands Indiche atau Hindia Belanda menahan dan menghukum pribumi tahahan yang memberontak. Pribumi tersebut kemudian dikumpulkan dan dijebloskan ke bunker yang masuk Desa Pagelaran tersebut.

“Memang ada benteng Belanda dulunya. Namanya gudang atau disebutnya Jogja kecil, begitu kata kakek saya dulu,” ulasnya kepada pojokjabar (grup pojokbandung), Jumat (12/5/2017).

Di dekat situ, lanjutnya, ada sebuah penampungan dan penggilingan padi. Seiring kemerdekaan yang diprokamasikan, Presiden pertama Soekarno mengeluarkam kebijakan menghancurkan bangunan peningalan Belanda.

“Saya ingat dulu masih remaja, di sebelah sana ada bangunan gudang penggilingan padi,” ungkapnya.

Penemuan janggal juga pernah terjadi sekitar tahun 1980-an silam. Pada saat itu masyarkat menemukan tulang belulang manusia.

“Pernah menemukan tulang, itu saat bangunan rumah dulu, ” tandas kakek 74 tahun tersebut.

(don/pojokjabar)

loading...

Feeds

Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj (Dok.JawaPos)

NU Kutuk Pemerintah Israel  

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj, mengutuk penguasaan kawasan Masjid Al Aqsa oleh pemerintah Israel.