Pilgub Jabar 2018 Diprediksi Tak Ada Calon Independen

Beberapa tokoh yang kemungkinan maju di Pilgub Jabar 2018. (Kiri - Kanan ) Ridwan Kamil, Deddy Mizwar, Dede Yusuf

Beberapa tokoh yang kemungkinan maju di Pilgub Jabar 2018. (Kiri - Kanan ) Ridwan Kamil, Deddy Mizwar, Dede Yusuf

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Landscape Politik Lokal Indonesia (LPLI) Jabar menilai, perhelatan Pilgub Jawa Barat 2018 kemungkinan tak akan dimeriahkan kandidat dari jalur perseorangan.

Sebab, ketatnya persyaratan seperti pengumpulan KTP di 27 kabupaten/ kota dipastikan akan memakan banyak waktu dan pasti merepotkan calon.

Baca Juga:

Pilgub Jabar 2018, Bagaimana Peluang Calon Independen?

Sulit bagi Ridwan Kamil Jika Maju Pilgub Jabar Lewat Jalur Independen

Direktur Eksekutif LPLI Jabar, Asep Komarudin mengatakan, pada Pilgub Jabar yang memiliki jumlah pemilih sekitar 33,4 juta jiwa berdasarkan data Pilpres 2014, maka calon perseorangan membutuhkan minimal 6,5 persen dukungan atau sekitar 2.147.000-an pemilih yang tersebar lebih dari 50 persen di kabupaten/kota.

“Jika di Jabar ada 27 kabupaten/kota, maka dukungan tersebut harus tersebar minimal di 14 kabupaten/kota. Dukungan itu harus diberikan dalam bentuk fotokopi e-KTP dan formulir isian resmi yang didapatkan di KPU,” ucap Asep.

Asep menyebut, syarat itu dinilai memberatkan calon untuk maju via jalur perseorangan. Di samping besarnya dukungan suara yang harus dimiliki, calon perseorangan pun dipastikan harus memiliki biaya besar untuk kebutuhan melengkapi syarat administrasi.

Hal itu menunjukkan, calon perseorangan harus bekerja lebih awal untuk mendapatkan dukungan sebelum kompetisi dimulai pada kampanye Pilgub 2018. “Berbeda dengan syarat dukungan calon dari unsur partai yang diusung parpol harus memiliki dukungan 20 persen jumlah kursi di DPRD Jabar atau 25 persen perolehan suara parpol atau gabungan parpol,” paparnya.

loading...

Feeds