Hebat, Siswa SMK di Cimahi Bikin Robot dan Bakal Diikutkan Lomba di Jepang

Siswa SMKN 2 Cimahi, Memperlihatkan Robot Botani. (Gatot Pudji)

Siswa SMKN 2 Cimahi, Memperlihatkan Robot Botani. (Gatot Pudji)

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Siswa SMKN 2 Cimahi berkreasi membuat Robot Botani yang berfungsi untuk menjaga kelembaban dan suhu ruangan yang berisi tanaman seperti, anggrek atau jamur. Istimewanya, hasil kreasi itu akan dilombakan ke Jepang.

Kreator “Robot Botani” Firman Dwiansyah, siswa kelas 10 Mekatronika SMK 2 Cimahi, menjelaskan, sistem kerja dari alat tersebut, ada sensor yang berfungsi menyemprotkan air melalui selang dan blower. Sehingga air dapat menyebar seperti embun untuk menjaga kelembaban ruangan.

BACA JUGA:

Walah, Robot Penjelajah NASA Mogok di Mars

Kisah Haru ‘Manusia Robot’ Asal Karangasem

“Mudah-mudahan alat ini bisa membantu petani khususnya bunga, untuk tetap menjaga tanamannya,” kata Firman.

Munculnya inspirasi untuk menciptakan Robot Botani ini, ujar dia, berawal dari keprihatinannya melihat kerja petani yang masih menggunakan peralatan manual yang malah tidak efisien pada saat bekerja.

Dicontohkannya, para petani yang masih menggunakan metode manual, mereka harus mondar-mandir melakukan pengontrolan ke lahan.

“Kami coba dengan membuat alat ini untuk membantu memudahkan petani supaya tidak harus setiap saat menyiram atau mengecek suhu ruangan. Sehingga kerjanya lebih efisien,” tuturnya.

Ia melanjutkan, untuk saat ini, “Robot Botani” karyanya itu masih dalam bentuk replika, dan belum bisa diaplikasikan dalam ruangan besar dan masih ada perbaikan agar lebih praktis dalam penggunaannya.

“Kita sekarang dalam tahap penyempurnaan. Tapi kita juga optimis bisa segera diaplikasikan untuk disimpan di ruangan yang besar,” tandasnya.

Pembina Kesiswaan SMK Negeri 2 Cimahi, Endro Tri Prasetyo mengatakan, melihat hasil dari kreatifitas anak didiknya itu, akan dilombakan ke Jepang untuk mewakili Indonesia dalam perlombaan Sains tingkat internasional.

“Kalau alat ini sudah disempurnakan, tentu akan kita ikut sertakan ke tingkat internasional. Sekarang dalam tahap penyempurnaan. Dan ini akan kita dorong sampai sempurna,” katanya.

Menurut dia, apa yang diciptakan oleh siswanya tersebut, karena melihat realita di lapangan, banyak petani bunga maupun jamur di daerahnya yang masih menggunakan metoda kerja secara manual.

“Jadi mereka membuat alat tersebut. Dengan harapan dapat membantu kerja petani. Saya rasa alat ini sangat bermanfaat,” pungkasnya.

(gat)

loading...

Feeds