Gubernur Aher Nyatakan Ketertarikan Pelajari Pengolahan Sampah di Chongqing Tiongkok

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan dan Wali Kota Chongqing Zhang Guoqing.

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan dan Wali Kota Chongqing Zhang Guoqing.

POJOKBANDUNG.com, CHONGQING – Pemerintah Provinsi Jawa Barat tertarik dengan pola pengolahan sampah Kota Chongqing, Tiongkok yang mengolah sampah dengan sistem yang ramah lingkungan dan menghasilkan energi terbarukan.

Hal itu bisa ditawarkan pada pemerintah kota dan kabupaten untuk bisa mengadopsi pengolahan sampah di kota besar yang setara dengan provinsi di Tiongkok tersebut. Selain itu, pemerintah daerah pun bisa meniru upaya pemkot Chongqing dalam menanamkan budaya kebersihan mereka di kota tersebut.

BACA JUGA:

Nilai Investasi Sister Province Tiongkok Urutan Ketiga di Jabar setelah Jepang dan Singapura

2 Pekan ke Depan, Polda Jabar Bakal Rutin Razia Lalu Lintas

Hal itu mengemuka pada pertemuan kedua belah pihak pemerintah antara Pemprov Jabar dan Pemkot metropolitan Chongqing pada penandatangan kesepahaman bersama MoU Sister Province di Hotel Wudu, Kota Chongqing, Senin (8/5/2017).

Gubernur Ahmad Heryawan menuturkan, rencana kerja sama dalam mengatasi masalah persampahan memang di luar poin-poin yang mereka kemukakan. Namun dengan Sister Province kerja sama berbagai bidang bisa terwujud. Soal persampahan tersebut, pihak Chongqing bisa berinvestasi di Jabar atau share teknologi ke Jabar.

“Mereka memiliki permasalahan yang sama awalnya dengan kita tentang persampahan. Namun akhirnya mereka merubah perilaku masyarakat. Itu bisa masuk dalam kerja sama pembudayaan sosial juga‎. Dampak perubahannya sungai bersih,kemudian sampah tidak berserakan,” ujarnya.

Menariknya, kata gubernur yang akrab disapa Aher itu, tipping fee di Chongqing pun terhitung lebih rendah hanya butuh  60-65 Yuan per ton atau sekitar Rp 120.000 an lebih.

“Memang kalau untuk di Jabar sekarang untuk Chongqing bisa masuk ke dua TPPAS kita sudah tidak keburu, kan Nambo sudah ada pemenangnya. Legok Nangka juga sudah proses lelang, paling ya beberapa tahun kedepan bisa diterapkan, tapi saya dorong pemerintah kota dan kabupaten untuk bisa memanfaatkan pengolahan sampah dari Chongqing ini,” kata dia.

Ia menegaskan, masalah pengolahan sampah merupakan urusan wajib Pemerintah kota/kabupaten, dan urusan pilihan Pemprov. Meski pilihan, pihaknya tetap serius karena sampah harus ditangani, jika tidak, akan jadi masalah berat lingkungan dan kesehatan.

loading...

Feeds