Begini Keseharian Bapak dan Anak Gadis 17 Tahun yang Live Streaming Seks Ditonton Hingga Amerika

Wakapolres Kukar Kompol Andre Anas (tengah) dan Kanit I Subdit IV Cyber Crime Polda Metro Jaya Kompol Joko Handono (kanan) saat memberi keterangan pers di Tenggarong, kemarin. (rifqi/kaltimpos)

Wakapolres Kukar Kompol Andre Anas (tengah) dan Kanit I Subdit IV Cyber Crime Polda Metro Jaya Kompol Joko Handono (kanan) saat memberi keterangan pers di Tenggarong, kemarin. (rifqi/kaltimpos)

POJOKBANDUNG.com, PERJALANAN panjang DA (17), korban pedofilia oleh ayah kandung berinisial AG (41) berakhir sudah.

Sabtu (6/5). DA yang sempat mengikuti pelepasan kelulusan di sebuah SMA, merasa bahagia. Bukan hanya resmi lulus, melainkan juga bebas dari belenggu bertahun-tahun melayani nafsu bejat sang ayah, yang mengaku sudah lama menggauli DA. Bahkan, pencabulan dilakukan sejak DA berusia dua tahun.

BACA: Bejat! Ayah yang Live Streaming Seks Setubuhi Anak Kandungnya Selama 6 Tahun

Selanjutnya, saat usia DA beranjak 11 tahun, AG mulai melakukan hubungan badan layaknya suami-istri. Artinya, sudah 15 tahun DA harus melayani nafsu bejat sang ayah.

Hubungan keduanya tanpa diketahui oleh ibu korban. Sementara itu, perlakuan asusila tersebut kerap dilakukan saat ibunya sedang tidak di rumah atau tidur.

BACA: Ngeri! Video Panas Ayah Anak Kandung Indonesia Ditonton Hingga Amerika

Kepiawaian tersangka menyembunyikan aksi asusila itu patut menarik perhatian. Begitu juga DA selaku korban, selama ini dianggap tidak memiliki perilaku yang mencurigakan selama beraktivitas sehari-hari. Hal itu yang justru mengundang keprihatinan lantaran keduanya mampu saling menyembunyikan.

Berdasar informasi seorang sumber yang mengenal DA, selama ini, dia dikenal baik. Meski tak terlalu menonjol dalam prestasi akademik, DA selalu memilih meja terdepan dalam proses belajar-mengajar. Dia juga dikenal aktif dalam berkomunikasi dengan siapa saja. Termasuk ketika memberikan respons gurauan dari seseorang.

“Yang saya heran, selama ini korban sama sekali tidak pernah memperlihatkan gelagat yang mencurigakan. Apakah itu murung atau bagaimana. Korban juga bergaul dengan baik sesama teman-temannya. Kalau duduk di sekolah, paling depan,” ungkap sumber kepada Kaltim Post (grup pojokbandung.com).

loading...

Feeds