Hizbut Tahrir Dilarang di Negeri Asalnya, Ditolak Negara-negara Mayoritas Muslim Ini

Ribuan anggota Hizbur Tahrir Indonesia (HTI) melakukan acara di sekitar Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (30/5/2015). FOTO: MIFTAHULHAYAT/dok.JAWA POS

Ribuan anggota Hizbur Tahrir Indonesia (HTI) melakukan acara di sekitar Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (30/5/2015). FOTO: MIFTAHULHAYAT/dok.JAWA POS

 

POJOKBANDUNG.com – Hizbut Tahrir merupakan organisasi Islam Internasional yang mengusung gerakan pendirian negara Islam (khilafah) secara global.

Gerakan tersebut dianggap bertentangan dengan dasar negara Indonesia. Maka Pemerintah membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Senin (8/5/2017).

Pembubaran dan pelarangan Hizbut Tahrir rupanya tak hanya terjadi di Indonesia. Organisasi kemasyarakatan ini pun dicekal di berbagai negara, termasuk di negara yang warganya mayoritas Islam.

Lantas negara apa saja yang melarang Hizbut Tahrir? Berikut daftar negara-negara tersebut:

Bangladesh mulai melarang Hizbut Tahrir pada 2009, karena dianggap mengancam kehidupan damai di negara itu.

Mesir melarang pada 1974, karena dianggap terlibat upaya kudeta dari sekelompok anggota militer;

Kazakhstan melarang Hizbut Tahrir pada 2005;

Pakistan melarang Hizbut Tahrir pada 2003;

Tajikistan melarang Hizbut Tahrir pada 2001;

Kirigistan melarang Hizbut Tahrir pada 2004;

Malaysia melalui Komite Fatwa Negara Bagian Selangor pada 17 September 2015 menyatakan Hizbut Tahrir sebagai kelompok menyimpang;

Suriah melarang Hizbut Tahrir antara 1998-1999;

Turki resmi melarang Hizbut Tahrir. Namun Hizbut Tahrir di sana tetap beroperasi. Pada 2009 polisi Turki menahan 200 orang karena diduga menjadi anggota Hizbut Tahrir;

Libya era Muammar Qaddafi menganggap Hizbut Tahrir adalah organisasi yang menimbulkan kegelisahan;

Yordania, negara asal Hizbut Tahrir, sampai sekarang melarang Hizbut Tahrir;

Arab Saudi melarang Hizbut Tahrir yang kritis terhadap sistem pemerintahan Arab Saudi;

Tunisia meminta pengadilan militer untuk melarang Hizbut Tahrir karena dianggap merusak ketertiban umum.

Negara-negara lain yang turut melarang Hizbut Tahrir adalah:

China melarang Hizbut Tahrir pada 2004 dan menjulukinya sebagai “teroris”;

Rusia melarang Hizbut Tahrir pada 1999 dan menyebutnya sebagai “Organisasi Kriminal”. Pada 2003, Rusia menudingnya “Organisasi Teroris”;

Denmark melarang Hizbut Tahrir karena kegiatan organisasi ini dinilai menolak lembaga-lembaga demokratis. Hizbut Tahrir di sana juga beberapa kali bermasalah dengan hukum;

Perancis dan Spanyol pada 2008 menganggap Hizbut Tahrir organisasi illegal. Pihak berwenang di sana mengawasinya dengan ketat;

Jerman melarangnya Hizbut Tahrir pada 2006. Mahkamah agung Jerman menyatakan Hizbut Tahrir anti-semit.

(ra/pojoksatu)

loading...

Feeds

Kian Patuh Sambil Makan Bakso Puyuh

POJOKBANDUNG.com, SUKABUMI–Puluhan pelaku Usaha Kecil dan Menegah (UKM) di wilayah Pelabuhan Ratu mengikuti diskusi bertajuk “Peran UKM Untuk Negeri” di …

Bangun Ekonomi Rakyat, DPD Sosialisasi LPDB

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Peran Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) sangat strategis untuk membantu pengembangan ekonomi kerakyatan …

Pemkot Cimahi Segera Lakukan Rotasi

Rotasi dan Mutasi pejabat esselon di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi akan segera dilaksanakan. Hal tersebut dilakukan karena, kebutuhan organisasi.

Perda Kepemudaan Harus Diimplementasikan

Dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya di kalangan pemuda, Pemerintah Kota Cimahi sebaiknya mengimplementasikan Peraturan Daerah (Perda) Kepemudaan.

Pilgub, Peran Ulama-Ponpes Strategis

Pesantren tidak hanya sebagai tempat kaderisasi pembinaan, pencerahan para santri dalam melahirkan generasi muda Indonesia, tapi juga terdepan dalam perang …