Kuasa Hukum Saeful Rokhman Sebut Ada Tersangka Lain dalam Kasus Buku Aksara Sunda

ilustrasi korupsi

ilustrasi korupsi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG- Penetapan tersangka dalam kasus pengadaan buku Aksara Sunda Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar 2010 dinilai masih tebang pilih.

Seperti diketahui, dalam kasus ini, Kejaksaan Tinggi Jawa Barat telah menetapkan dua tersangka, yang kini kasusnya bergulir di Pengadilan Tipikor Bandung, yakni Asep Hilman waktu pengadaan berlangsung menjabat Kepala Bidang Dikmenti (Dan di tersangkakan setelah Kepala Disdik Jabar) dan Saeful Rokhman (Ketua Pokja Pengadaan Barang dan Jasa).

BACA JUGA:

Kejati Diminta Seret Semua Pelaku Korupsi Buku Aksara Sunda

Penahanan Kadisdik Jabar oleh Kejari Bandung, Begini Komentar Gubernur Jabar

Padahal, menurut Budi Ramadanus SH, kuasa hukum Saeful Rokhman, ada pihak-pihak terkait lain yang terlibat dalam kasus ini, yang sudah menjadi saksi dalam persidangan.

Apalagi, lanjut Budi, majelis hakim sudah mempertanyakan kepada jaksa apakah mereka yang dihadirkan sebagai saksi sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Namun sejauh ini, hanya Asep Hilman dan Saeful Rokhman yang ditetapkan sebagai tersangka. Sinyalemen itu membuktikan kasus ini seolah-olah hanya diarahkan kepada kedua tersangka itu saja. Budi juga menyayangkan dugaan pemalsuan tanda tangan Asep Hilman oleh PPTK.

Ia menyebut sejumlah saksi yang sudah dihadirkan dalam persidangan dan juga nama yang disebut dalam persidangan di antaranya, mantan Kadisdik Jabar WZ, bendahara MR, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan PPTK berinisial ES, pemilik CV Walatra, ASH.

Selain itu, DJ selaku pemenang tender PT Gelora Mega Sejahtera, pengarang buku hingga beberapa anggota DPRD Jabar sebagai pengusung anggaran.

“Kami minta semua pihak yang terlibat turut ditetapkan sebagai tersangka, karena jelas dalam persidangan terbukti ada persekongkolan,” ucap Budi. “Jangan tebang pilih. Kalau kerja Kejati Jabar seperti ini, sebaiknya kasus ini kami bawa ke KPK,” ancamnya.

(man/mun)

 

loading...

Feeds

Bye Bye… CDMA…

PT Smartfren Telecom Tbk mengajak pelanggannya untuk beralih ke 4G LTE Advanced.