Banjir Bandang Kabupaten Bandung karena Kian Tipisnya Lahan Terbuka Hijau

Banjir bandang terjang Pasir Jambu, Kab Bandung. (Dok SAR Jabar)

Banjir bandang terjang Pasir Jambu, Kab Bandung. (Dok SAR Jabar)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Banjir bandang yang melanda Desa Margamulya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, diduga kuat akibat semakin menipisnya lahan terbuka hijau di Kota Bandung.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat Dicky Syaromi mengatakan pada periode akhir tahun 1980-an hanya Kota Bandung yang menjadi konsentrasi pembangunan.

Pembangunan di Kota Bandung sudah merata, hanya sedikit menyisakan lahan terbuka hijau.

“Akibatnya kalau ada hujan di hulu maka air akan cepat turun menggenangi kawasan hilir,” kata Syaromi di Bandung, Kamis (4/5/2017).

Dia mencontohkan, bencana terakhir yaitu banjir bandang yang menghantam Desa Margamulya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Rabu (3/5/2017).

Gundulnya lahan di kawasan hulu, kata Dicky, menjadi penyebab utama mengapa banjir bandang datang dengan cepat menerjang pemukiman warga.

Akibat banjir bandang tersebut, puluhan warga mengalami kerugian material tidak sedikit.

Supaya kejadian serupa tak terulang, Dicky menegaskan pembangunan harus sesuai dengan peraturan daerah tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).

Bencana yang terjadi kemarin mengindikasikan masih banyaknya pelanggaran peraturan RDTR demi hasrat pembangunan yang tidak berkesinambungan.

“Tata ruang jangan diubah meski demi pembangunan. Ini kita lihat hujannya cuma sebentar, tapi bisa mengakibatkan banjir bandang seperti itu,” tandas Dicky.

Kepala Pusat Data dan Informasi Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho meminta Kota Bandung stop menjalankan pembangunan yang merugikan lingkungan.

Dia mengatakan, bencana banjir semestinya menyadarkan semua pihak. Bencana selain disebabkan perubahan iklim yang mengakibatkan volume hujan semakin besar, juga karena kawasan hulu semakin gundul.

“Saya katakan, sudah hentikan ini semua. Yang rugi masyarakat juga,” tandas Sutopo.

(cr3)

loading...

Feeds