Truk dan Bus Dilarang Lewat Puncak Bogor

Pemasangan rambu larangan roda enam melewati jalur Puncak Bogor

Pemasangan rambu larangan roda enam melewati jalur Puncak Bogor

POJOKBANDUNG.com – Truk dan bus dilarang lewat Puncak Bogor, Jawa Barat. Larangan berlaku untuk truk dan bus yang menggunakan enam roda atau lebih.

Larangan itu diberlakukan sebagai upaya antisipasi semakin banyaknya bus atau truk yang mengalami kecelakaan di jalur Puncak.

Satlantas Polres Bogor bersama Jasa Raharja dan Jasa Marga Tol Jagorawi telah memasang rambu larangan kendaraan roda enam untuk memasuki jalur Puncak.

“Ini upaya Satlantas Polres Bogor dalam rangka menekan korban kecelakaan di Jalur Puncak,” ujar Kasat Lantas Polres Bogor Akp Hasby Ristama, kepada Pojokjabar, Kamis (4/5/2017).

“Plang ini dipasang di seputar Tanjakan Selarong hingga sepanjang Jalur Puncak Kecamatan Megamendung.”

Pemasangan rambu larangan truk dan bus lewat Puncak dilaksanakan hari ini pukul 08.00 WIB – 10.00 WIB. Hasby mengatakan, dalam giat penerapan rambu, kepolisian didampingi Jasa Raharja dan Jasa Marga.

Hasby menjelaskan, kecelakaan lalu lintas sering terjadi di jalur Puncak Bogor. Kecelakaan diakibatkan faktor alam, faktor jalan, dan faktor kelalaian manusia atau pelanggaran lalu lintas.

“Rambu-rambu larangan kendaraan berat maupun kendaraan di atas sumbu dua juga dipasang di seputaran km 47,” terang Hasby.

Hasby menegaskan, kepolisian akan intens berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi dan mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas di jalur Puncak.

“Roda enam ini adalah truk yang bermuatan lebih. Ini akan merusak jalan dan apabila jalan rusak maka akan menyebabkan kemacetan yang sangat tinggi,” imbuhnya.

Polres Bogor akan mengawasi pelanggaran terhadap larangan tersebut. Hasby menegaskan, pihaknya tidak segan-segan akan menilang kendaraan yang melanggar aturan.

(don/pojoksatu)

loading...

Feeds

Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj (Dok.JawaPos)

NU Kutuk Pemerintah Israel  

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj, mengutuk penguasaan kawasan Masjid Al Aqsa oleh pemerintah Israel.