Polri-TNI Operasi Preman-preman Jakarta

ilustrasi

ilustrasi

POJOKBANDUNG.com – Aparat gabungan Polda Metro Jaya dan Polsek Tanjung Priok menggelar Operasi Cipta Kondisi terkait premanisme.

Ada empat titik operasi, yaitu Kalijodo, Glodok, Pasar Senen, dan Terminal Tanjung Priok.

Di wilayah Tanjung Priok, sedikitnya 25 orang yang asyik berjudi dan lima orang yang tak mengantongi kartu tanda penduduk (KTP) diciduk.

Baca Juga:

Ormas Sunda Kirim Petisi Bubarkan FPI

Ketum GMBI Angkat Bicara Soal Perusakan dan Pembakaran Markasnya di Jawa Barat

Kasubditranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Yuldi Yusman menyatakan, kegiatan itu merupakan lanjutan dari Operasi Mantap Praja pada momen pilkada DKI Jakarta. Tujuannya, menciptakan kondisi yang aman bagi masyarakat.

”Kami mengerahkan 30 personel, Brimob 10, 5 Polisi Militer, 30 personel Subdit Ranmor Polda Metro Jaya, dan 15 personel Polsek Tanjung Priok,” jelas Yuldi.

Dia menjelaskan, jika terbukti melakukan perjudian, ke-25 pelaku bakal dijerat pasal 303 KUHP. Sementara itu, lima orang yang tak ber-KTP akan diserahkan ke Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta.

Yuldi menambahkan, operasi tersebut digelar mulai hari ini hingga 9 Mei di tempat-tempat yang dipilih secara acak.

Bahkan, untuk menunjukkan keseriusan dalam melindungi masyarakat, polisi membuat anggaran khusus untuk operasi itu.

Sebagai permulaan, hari ini operasi digelar serempak di tiga tempat. Yakni, Kalijodo (Jakut), Glodok (Jakbar), dan Pasar Senen (Jakpus).

Dari tempat-tempat tersebut, hanya wilayah Jakut yang dipenuhi preman. Kapolsek Tanjung Priok Kompol France Siregar menyatakan, untuk mencegah aksi premanisme, pihaknya menggelar operasi setiap saat.

”Kami tak pernah berhenti melakukan razia premanisme,” ujarnya.

(gum/c18/ano/jpg)

loading...

Feeds

Perwal Ambulans, Tunggu Pengesahan Pemprov

Peraturan Walikota (Perwal) Cimahi tentang penyelenggaraan kesehatan berupa penyediaan mobil ambulans sudah diajukan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat.