Soenda Berita, Cikal Bakal Pers Nasional Lahir di Cianjur

Koran Soenda Berita. Foto repro dari buku “Sang Pemula” karya Pramoedya Ananta Toer, Penerbit Lentera Dipantara, 2003

Koran Soenda Berita. Foto repro dari buku “Sang Pemula” karya Pramoedya Ananta Toer, Penerbit Lentera Dipantara, 2003

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Sejak 1993, Sidang Umum PBB menetapkan 3 Mei sebagai Hari Kebebasan Pers Sedunia. Maka di momen istimewa ini, ada baiknya menengok sejarah pers nasional.

Sejarah pers nasional bisa dilacak lewat buku “Sang Pemula” karya begawan sastra Pramoedya Ananta Toer (Lentera Dipantara, 2003).

Di buku biografi tentang tokoh pers nasional R.M. Tirto Adhi Soerjo itu, Pramoedya, antara lain, mengulas koran mingguan bernama “Soenda Berita”.

Tirto Adhi Soerjo, tulis Pramoedya, menerbitkan Soenda Berita pada Februari 1903. “Soenda Berita, koran mingguan pertama terbitan dan milik pribumi sejak 1903, terbit di Cianjur, dengan menggunakan bahasa Melayu lingua-franca,” katanya.

Tahun tersebut, bahasa pergaulan nusantara adalah Melayu pasar. Bahasa Indonesia baru akan lahir 25 tahun kemudian.

Baca Juga:

Dewi Sartika Berjejaring dengan Adik Kartini, Diundang HOS Tjokroaminoto

Dewi Sartika Sejak Remaja Sudah Membuka Sekolah Lewat Permainan, Dimata-matai Aparat Belanda

Dua Ruang Kelas Teduh Peninggalan Dewi Sartika

Ibu Kita Dewi Sartika, Sejak Kecil Dicap Pemberontak

Waduh…Penghargaan Terhadap Pahlawan Nasional Rd Dewi Sartika, Minim

Hardiknas, Antara Ki Hadjar Dewantara, Taman Siswa dan Uang Rp20.000

Tirto membangun koran tersebut dengan modal sendiri, setelah menjual semua harta bendanya yang ada di Betawi (Jakarta). Tambahan modal ia dapatkan dari Bupati Cianjur yang dermawan, R.A.A Prawiradiredja.

Pramoedya menyebutkan, redaksi dan percetakan Soenda Berita terpusat di Cianjur.

“Ini merupakan terbitan pertama dalam sejarah pers Indonesia, yang redaksinya bertempat di desa,” kata penulis novel Tetralogi Pulau Buru yang termasyhur itu.

Harga eceran koran yang terbit tiap hari Minggu itu 20 sen pereksemplarnya. Sedangkan harga langganan 80 sen sebulan atau f 7,50 setahun.

Sasaran Soenda Berita adalah pegawai menengah dan tinggi, para saudagar dan pegawai swasta. Sebab, harga tersebut akan berat bagi seorang pegawai rendahan.

“Para pegawai rendah bisa juga berlangganan secara patungan sebagaimana biasa terjadi di antara mereka yang ingin mendapatkan pengetahuan yang lebih luas.”

Menurut Pramoedya, Bupati Cianjur sangat membantu Tirto dalam penerbitan Soenda Berita. Bupati tidak hanya bertindak sebagai pembantu penerbitan, tetapi menjadi sponsor perdagangan.

Kendati demikian, peran bupati itu tak lepas dari posisinya di masyarakat dan pangkatnya dalam pemerintahan.

Soenda Berita dicetak dalam kertas koran dengan format 21×28 cm yang terdiri dari 16 halaman. Dalam tahun pertama, koran ini terdiri dari empat setengah halaman, seperempat bagian koran berisikan iklan.

Jumlah iklan tersebut berhasil menutupi lebih separo biaya produksi. Iklan berasal dari perusahaan besar dan menengah, di antaranya Geand Hotel Java dan lainnya.

Diperkirakan, tiras koran berisi informasi umum itu mencapai 1.500 eksemplar.

(imn/pojokbandung)

loading...

Feeds

Truk menabrak warung di kawasan Cileunyi.

334 Nyawa Melayang Hingga H+2 Lebaran

POJOKBANDUNG.com- OPERASI Ramadniya 2017 tengah digelar pihak kepolisian. Selain mengamankan lebaran, polisi juga memfokuskan penanganan kelancaran  arus lalu lintas baik …
nagreg

H+3, Arus Balik di Nagreg Masih Normal

POJOKBANDUNG.com, NAGREG- Memasuki H+4 lebaran tahun ini, arus balik di jalur selatan antara Malangbong (Garut)-Nagreg (Bandung) terpantau lancar. Hanya di …