Mau Jadi Caleg Golkar? Jangan Tambah Istri Lagi setelah Terpilih!

Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – DPD Partai Golkar membuka penjaringan terbuka calon legislatif (Caleg) tingkat provinsi dan kabupaten/kota untuk Pemilu 2019 dari 1 Mei-27 Juli 2017.

Meski terbuka untuk umum, para calon legislatif harus memenuhi persyaratan dari Ketua DPD Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Sejumlah syarat itu diantaranya cukup unik. Yakni para caleg tidak boleh menceraikan istrinya setelah terpilih menjadi anggota dewan tanpa dasar alasan yang kuat sesuai UU pokok perkawinan.

Yang bersangkutan juga tidak diperbolehkan menambah istri tanpa persetujuan istri tuanya. Hal ini ia sebut lebih didasarkan kepada asas kasih sayang.

“Larangan ini penting karena banyak yang sudah jadi dewan tapi menceraikan istrinya dan kawin lagi syarat ini mencegah saja dan baru Golkar yang menerapkan ini,” ujarnya di Kantor DPD Golkar Jawa Barat, Jalan Maskumambang, Rabu (3/5).

Persyaratan lain yang ditekankan adalah para calon anggota legislatif atau yang nanti terpilih tidak boleh terlibat kasus penyalahgunaan narkoba dan memiliki penyakit kelainan seksual. Untuk itu, pihaknya akan memberikan tes khusus kepada seluruh calon legislatif yang mendaftar.

“Syarat tadi di luar dari syarat yang sesuai UU yang harus mereka penuhi juga. Pendaftaran akan ditutup 27 Juli. Mereka daftar di kabupaten/kota masing-masing kalau untuk provinsi mendaftar ke DPD I,” tegasnya.

Dedi mengatakan, Golkar membuka kesempatan pada seluruh masyarakat di Jabar untuk menjadi caleg Golkar. Penentuan rangking di daftar caleg sementara dan daftar calon tetap akan didasarkan pada elektabilitas yang akan disurvey oleh Golkar di 14 daerah pemilihan.

loading...

Feeds