Habis Buruh Bakar Bunga Ahok, Terbitlah Bunga Baru

Bunga-bunga baru yang bermunculan usai aksi bakar bunga oleh buruh. Foto: GUNAWANJawaPos.com

Bunga-bunga baru yang bermunculan usai aksi bakar bunga oleh buruh. Foto: GUNAWANJawaPos.com

POJOKBANDUNG.com – Pagi ini karangan bunga di Balai Kota kembali bertambah. Karangan bunga ini berisi kalimat kekecewaan terhadap‎ aksi buruh yang membakar bunga.

Seperti diketahui, demo Hari Buruh Internasional (May Day) 1 Mei di Jakarta kemarin diwarnai aksi demonstrasi buruh.

Diduga, oknum buruh dari Federasi Serikat Pekerja Logam Elektonik dan Mesin ‎Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM PSI)‎ melakukan aksi yang tak ada sangkut pautnya dengan May Day, yakni membakar karangan bunga untuk Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat.

Baca Juga:

Karangan Bunga Ahok-Djarot Jadi Sisi Lain Hari Buruh

Ini Alasan Massa Buruh Bakar Karangan Bunga Ahok-Djarot Ditengah Aksi May Day

Massa Buruh Bakar Karangan Bunga Ahok-Djarot di Balaikota

Pantauan di lapangan, setidaknya ada tujuh karangan bunga baru. Masing-masing karangan bunga berisi kalimat kecewa terhadap pembakaran karangan bunga‎ oleh buruh tersebut. Salah

satu karangan bunga yang dikirimkan oleh warga DKI Jakarta mengungkapkan peran penting buruh tani bunga dan para pembuat ‎karangan bunga.

“Hai kawan, ingat jasa petani dan tukang bunga yang setiap tetes keringan diperas, untuk menciptakan kami para bunga, yang akan selalu menciptakan keindanga, dari para bunga,” demikian tulisan di salah satu karangan bunga di Balai Kota, Jakarta, Selasa (2/5/2017).

Karangan bunga berikutnya juga tidak kalah unik, yaitu berisi gugatan atas nama bunga.

“Bunga bertanya apa salahku sampai aku kau bakar??,” tulis karangan bunga. Kata “kau” dalam pertanyaan itu diduga kuat ditujukan pada oknum buruh FSP LEM PSI yang membakar karangan bunga.

Sementara, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat juga mempertanyakan apa maksud dan tujuan terhadap pembakaran karangan bunga yang diberikan oleh warga Jakarta sebagai bukti terima kasih kepada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot itu.

“Salah bunga apa, apakah ucapan warga DKI mengandung unsur-unsur ujaran kebencian. Ini tidak simpatik dan tidak baik,” ujar Djarot.

Djarot meminta ke depan tidak ada aksi pembakaran karangan bunga. Buruh ataupun warga Jakarta harus bersikap santun terhadap perbedaan.

loading...

Feeds