May Day, Ribuan Buruh Gelar Aksi Sampaikan 12 Tuntutan di Gedung Sate

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG- Ribuan buruh melakukan aksi unjuk rasa memeringati May Day di depan Gedung Sate. Mereka menyampaikan 12 tuntutan dalam aksinya, Senin (1/5).

Diantaranya, menolak rencana revisi Undang-Undang 13/2003 Tentang Ketenagakerjaan, pencabutan PP 78/2015 Tentang Pengupahan serta pencabutan Upah Minimum Provinsi 2017 yang ditetapkan Gubernur.

Selain itu Upah Mininum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) yang SK-nya belum dikeluarkan Gubernur Jabar.

Selain itu, buruh mengkritisi UU No. 23/2014 tentang Pemerintah Daerah yang mengawasi hubungan industrial dalam hal ini Kabupaten/Kota, dianggap belum bisa mengatasi problematika tuntutan para buruh.

“Sejak 1 Januari 2017 pengawasan dialihkan ke Provinsi, belum ada pengentasan mengenai outsourching, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak dan sebagainya,” kata Ketua PD FSP TSK SPSI Jawa Barat, Roy Jinto Ferianto disela aksi.

Maka, dengan beralihnya pengawasan provinsi. Pihaknya menuntut aparatur hubungan industrial pemerintah untuk selalu lakukan sinergitas dengan buruh, dengan melibatkan seluruh elemen serikat pekerja untuk bersinergitas.

Selain permasalahan UU yang memberatkan. Buruh, ungkapnya, dihadapkan dengan problem jaminan kesejahteraan dan kesehatan. Hal itu dirasakan mereka saat mengetahui pelayanan asuransi yang mereka dapatkan tidak sesuai dan cenderung tak berpihak.

“Pelayanan fasilitas kesehatan sangat buruk, berbeda dengan pasien umum yang membayar cash,” katanya.

loading...

Feeds